Tinggalkan komentar

Dokumentasi tulisan tentang Tim Kemanusiaan Merdeka untuk Merapi #2

AKU MENANGIS

Aku menangis
menonton televisi
seminggu tak terkunjung .

benar
benar-benar aku menangis
tanpa air mata .

tangisku kian menjadi
membaca berita .

wakil rakyat ke luar negeri
anggarannya hampir menyerupai BOS
lebih besar dari anggaran untuk bencana .

tangisku menjadi
tanpa air mata
air mata mata air
tak juga berair .

Yogyakarta, 6 November 2010

_______________________________________________

SAMPAI YOGYA

Beberapa tulisan aku sisihkan dulu. Kini, Aku merasakan bahagia sudah bisa kembali ke Yogya. Sejak kemarin sudah tegang, merubah jadwal penerbangan, mempercepat kepulangan. Bandara Yogya masih ditutup. Beruntung bisa re-route ke Solo. Beruntung pula bisa sampai Solo, karena dua penerbangan berikutnya dicancel.

Aku langsung bergabung dengan kawan-kawan yang baru saja selesai koordinasi harian. Wajah-wajah mereka terlihat letih, tapi semangat tetap terpancar dan tidak bisa disembunyikan. Ya, mereka sejak hari pertama Merapi meletus, sudah langsung bergerak, bekerja mendampingi anak-anak. Para relawan yang datang dari berbagai kota. Semangat ini telah menyisihkan keletihan diriku.

Kulihat di whiteboard, tiga belas lokasi di Yogya, Klaten dan Muntilan tercatat. Lokasi baru, karena pemusatan tempat pengungsian yang berubah setelah  zona aman diperluas menjadi 20 km. Bisa terbayangkan, jumlah pengungsi yang tentunya semakin banyak.

Beberapa kawan memberikan berbagai informasi terbaru di lapangan. Aku menyimak dengan antusias. Maklum, aku memang benar-benar ketinggalan informasi. Baru kemarin sore aku menonton televisi yang membuatku benar-benar menangis. Foto-foto di sebuah media sehalaman penuh menunjukkan keragaman situasi. Kegeraman yang muncul melihat sebuah foto polisi meringkus seorang penjarah. Benar-benar keterlaluan. Di tengah derita, mengambil kesempatan.

Tetap semangat kawan-kawan. Salut dan hormatku pula kepada seluruh relawan yang menyumbangkan tenaga, pikiran dan waktu, yang menyebar di berbagai lokasi. Walau untuk ini, ancaman keselamatan juga menjadi taruhan. Tetap semangat semuanya… Bersama saling bahu-membahu, diiringi doa-doa agar bencana yang datang silih berganti dapat segera berakhir. Semoga Tuhan menganugrahkan keselamatan bagi semua….

Yogyakarta, 7 November 2010

________________________

ANAK-ANAK YANG TERLUPA

Pada situasi krisis, dalam konflik bersenjata ataupun bencana, anak-anak (dan kaum Perempuan) biasanya menjadi kelompok yang paling rentan dan terabaikan kebutuhan-kebutuhannya. Hal ini senantiasa berulang.

Hal paling sederhana misalnya, apakah anak-anak mendapatkan menu makanan yang cocok bagi mereka?  Penyediaan makanan untuk para pengungsi baik yang sudah dikemas dalam kardus atau nasi bungkus maupun masakan dari dapur umum, kecenderungannya diperuntukkan bagi orang dewasa. Pada pengalaman penanganan korban gempa Yogya tahun 2006, hal semacam ini terjadi di semua lokasi. Ketika berhadapan dengan anak, akhirnya para ibu mereka hanya memberikan nasi dengan lauk kering atau memasakkan mie instan. Masyarakatpun baru menyadari kemudian.

Tim Kemanusiaan Merdeka (TKM) SAMIN pada masa itu berinisiatif untuk membuat dapur umum khusus untuk anak yang dikelola oleh kaum ibu di 33 dusun yang menjadi korban gempa. Untuk kali ini, mereka ingin kembali berinisiatif membangun hal serupa untuk anak-anak korban merapi.

Hanya saja, perubahan-perubahan situasi yang terjadi menyebabkan gagasan ini belum bisa terwujud.  Beberapa tempat pengungsian yang sudah dipilih sebagai tempat kerja, telah menjadi area berbahaya dan berpindah tempat pengungsian.

Hal lain, TKM ingin menjadi kawan bagi anak-anak. Di tengah kedukaan, para relawan berupaya membuat kegiatan yang menyenangkan bersama anak-anak. Melalui lagu-lagu, menggambar dan bermain bersama.

Maju terus, pertahankan semangat, belajar, bermain dan bekerja bersama anak-anak…..

Sukses selalu untuk semua. Semoga kedukaan segera berakhir dan merintis kehidupan yang lebih baik lagi….

Yogyakarta, 7 November 2010

_________________________

TENTANG TIM KEMANUSIAAN MERDEKA  

Tim Kemanusiaan Merdeka (TKM), awalnya terbentuk untuk membantu anak-anak korban gempabumi di Yogyakarta pada tahun 2006 yang lalu. Pada masa itu, TKM dengan 164 relawan bekerja selama setahun lebih di 33 desa di Kabupaten Bantul yang menjangkau sedikitnya 8,000 anak-anak.

Ketika terjadi letusan Merapi, pada tanggal 26 Oktober 2010, segera diputuskan untuk menghimpun kembali para relawan. Pada tanggal 27 Oktober dilakukan pemetaan untuk mengidentifikasi situasi dan tempat-tempat pengungsian. Dan sehari setelahnya, ditetapkan lokasi-lokasi yang dijadikan sebagai tempat kegiatan, dan dimulai pula kegiatan bersama anak-anak.

Tim Kemanusiaan Merdeka memilih dua kegiatan utama yaitu, pendampingan kepada anak untuk psiko-sosial dan mengembangkan dapur umum anak. Untuk yang kedua, mengingat karakter pengungsi yang berbeda dengan masa gempa-bumi, maka pembuatan dapur umum khusus anak digantikan dengan distribusi makan dan makanan tambahan yang sesuai dan sehat bagi anak-anak..

Distribusi kebutuhan logistik tidak menjadi prioritas bagi TKM. Hanya saja, TKM tidak menolak adanya bantuan-bantuan dari berbagai pihak untuk disalurkan atau didistribusikan kepada yang berhak.

Sejauh ini TKM telah melakukan kegiatan di berbagai lokasi pengungsian. Pada akhirnya, karena keterbatasan yang dimiliki dan bermaksud agar pengaruh kegiatan bisa lebih dirasakan oleh anak, TKM memilih 10 lokasi pengungsian, dan akan dikembangkan lagi berdasarkan perkembangan jumlah relawan yang bergabung.

Kebutuhan operasional dan pembelian bahan-bahan makanan bersumber pada sumbangan-sumbangan personal dan juga mendapat dukungan dana dari Terre des Hommes Netherlands.

Bantuan memang tak terduga datangnya. Selain melalui transfer tanpa pemberitahuan sebelumnya, juga dari berbagai kelompok yang datang ke Sekretariat TKM. Tiba-tiba saja serombongan anak jalanan dari Semarang, sudah membawa berbagai barang dan uang yang diperoleh dari hasil ngamennya. Seniman-seniman jalanan dan seniman kerakyatan dari Kendal membuat acara dan berhasil menghimpun dana juga untuk korban Merapi. Mereka menyatakan akan datang, ikut bergabung dan ikut berkegiatan bersama anak-anak. Sangat luar biasa.

Lokasi Kegiatan

DIY

  1. GOR Pangukan – Sleman
  2. Masjid Agung – Sleman
  3. Bumi Perkemahan Babarsari – Sleman
  4. Karangsari – Maguwoharjo, Sleman
  5. Sendang redjo, Minggir, Sleman

Klaten:

  1. Desa Tadji
  2. Desa Kokosan
  3. Desa Tlogo

(Lokasi ini merupakan status terakhir. Mengingat ada perubahan tempat-tempat pengungsian, maka besar kemungkinan akan ada beberapa perubahan lokasi kegiatan ke depannya)

Sekretariat:

Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN)
Jln. Sidikan Gg. Saridi UH V/567 Yogyakarta 55161
Email: office@yayasan-samin.org
Fax: 0274 412301
Tlp.: 0274 412431

Personil TKM untuk Merapi

Penanggung Jawab

Odi Shalahuddin

Koordinator Umum

Fathuddin Muchtar

Wakil Koordinator

Hening Budiyawati

Keuangan

Siti Rokhayah

Koordinator Lapangan

Arief Winarko

Koordinator Logistik

Damar Dwi Nugroho

Koord. Dapur Umum Anak

Sri Sulandari

Para Relawan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: