1 Komentar

Sekedar Catatan-catatan Saja

Adakala malas menulis, juga malas membaca 
Adakala malas menulis, membaca saja 
Adakala menulis tanpa ada karya 
Adakala menulis karya-karya tanpa makna 
Adakala menulis dengan rasa, jadi karya, diberi makna 
Adakala menulis biasa dianggap luar biasa 
Adakala ya, adakala, di kala engkau suka menabur cahaya 
Menganggap luar biasa padahal biasa-biasa saja

Tapi, seperti hari-hari kemarin. Bukanlah hal luar biasa melihatnya duduk di depan meja. Menatap layar monitor dengan berbagai dinding yang terbuka. Melihat dunia. Menyaksikan berbagai peristiwa. Biasa. Luar biasa. Terpesona. Atau sekedar lewat saja. Klik, jemari,digerakkan otak, lantaran mata, membangkitkan gairah rasa.

Ada pesta di Yogya. Anak raja. Ribuan manusia penuhi segala ruang terbuka.kamera-kamera siap mengabadikannya. Ah, engkau yang tak beruntung, janganlah bermuram durja. Walau pulang dengan tangan hampa. Setidaknya, telah ternikmati meriahnya pesta. Ssst, jangan bilang-bilang, aku tak ada, diantara kerumunan di pusat kota. Juga tak menonton atau membaca berita. Sekedar menikmati status para sahabat membawa warta.

Malam, para penyimak berita, mendengarkan daftar nama. Mentri mana, berganti rupa, mentri mana, tetap saja, mentri mana berpindah karya. Ah, wakil mentri-pun ada. Membuatmu tenang atau semakin sesak dada? Membawa harapan atau malah makin mati rasa?

Negeri berdarah, ketika murah harga nyawa. Bertambah catatan sejarah. Seorang pemimpin bangsa dan negara. Penuh kuasa. Mati tersia dalam pembunuhan durjana pula. Selalu, ada catatan rahasia. Siapakah akan menjadi korbannya? Pastilah bukan sang dalang yang kini mabuk dalam tarian tanpa busana di dalam ruang-ruang kaca, tapi merasa tembok menjadi penghalangnya.

Ah, hujan. Rintik menderas. Tatkala berada di desa. Jauh dari jalan raya. Listrik padam, lilin menyala. Suara jengkerik menyapa. Alangkah senangnya. Rasa mengembara, bersama seorang tetua. Tentang masa lalu yang belum juga terbuka. Keheningan malam, berubah terisi kisah-kisah hantu meraja. Membuat takut memandang jendela. Bagaimana bila tiba-tiba ada yang menyapa?

Adakala menulis tentang apa saja 
Walau tiada sambungannya 
Ocehan-ocehan pelepas rasa 
Bisa bingung engkau dibuatnya 
Tapi, nikmatilah saja 
Sambil menyiapkan kopi kala senja

Yogya, 24 Oktober 2011

Iklan

One comment on “Sekedar Catatan-catatan Saja

  1. Saya suka gaya tulisan bang odi…..,

    Link bang Odi sudah bertengger di blognoerhikmat

    salam blognoerhikmat
    “Lihat dengan kata baca dengan hati”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: