1 Komentar

Selamat Bahagia Mbak Maya

Odi Shalahuddin

Beberapa waktu lalu, saya ditag sebuah foto undangan. Undangan perayaan pengantin perak dari Mbak Maya. Ia menikah pada tanggal 9 September 1985. Memang, 25 tahun pernikahannya jatuh pada 9 September 2010. Melihat dari foto-foto di akunnya, pernikahan perak juga sudah dirayakan di mana ia tinggal sekarang, di Belanda. Mengenai undangan melalui FB ia menuliskan: “Saudara yang kami kasihi, ini era digital, jadi mohon undangan ini diterima dengan hati terbuka, kami tunggu kedatangan kalian,“

Undangan yang dilayangkan untuk Perayaan pengantin perak, dilangsungkan di Bogor. Tepatnya tanggal 23 September 2011. Sayang saya tidak bisa menghadirinya dengan berbagai alasan kesibukan. Walaupun sungguh, hati ini ingin hadir, sekaligus bertemu dengan dirinya.

Siapakah Mbak Maya? Nama itu tidak asing bagi diriku, walau saya tidak banyak tahu mengenainya. Saya hanya selalu teringat, sebuah sosok yang selalu tersenyum, dengan penampilan ”merdeka” pada masa tahun 1970-an ketika saya masih SD. Dia sering datang ke rumah, berdiskusi dengan Bapak. Selain itu, saya juga sering melihatnya dalam latihan-latihan teater dan juga pementasan. Oh, ya waktu itu saya masih SD. Pertemuan terakhir dengan dirinya, saya kira masih di akhir tahun 70-an.

Mbak Maya adalah salah satu nama yang saya ingat ketika saya mencoba mencari dokumentasi tentang Studi Teater Bogor (STB) di internet. STB ini adalah salah satu kelompok teater yang aktif melakukan pementasan pada tahun 1960-1970-an. Tidak saja terbatas di Bogor tetapi juga ke kota-kota lain, termasuk di Taman Ismail Marzuki. Setelah STB mengalami kemandekan pada tahun 1974, setelah mementaskan lakon ”Salman El Farisi” di Taman Ismail Marzuki, saya mendengar Mbak Maya bergabung dan terlibat aktif di Teater Keliling yang berdiri pada tahun yang sama. Setelah itu saya sudah tidak lagi bertemu dengan dirinya.

Mayawati Diredja, demikian namanya. Sayang, mencari liputan media pada tahun-tahun itu sangatlah sulit. Beruntung, MBM Tempo memiliki dokumentasi yang baik dari pertama penerbitannya dan bisa diakses melalui internet. Sayapun berselancar dan mengumpulkan semua ulasan tentang teater. Kendati tidak banyak, saya menemukan namanya di beberapa tulisan.

Mbak Maya termasuk salah satu pemain yang kuat, kerapkali mendapat pujian dari pengamat teater. Di STB beberapa kali dia memegang posisi sebagai asisten sutradara, selain sebagai pemain.

Merupakan kebahagiaan tersendiri ketika saya menemukan akun-nya di Facebook, sehingga bisa terbangun kembali komunikasi. Sayang ketika ada kesempatan untuk bertemu dengan dirinya di tempat yang pastilah bisa saya jangkau, setidaknya untuk membiayai transportasi perjalanannya, saya benar-benar tidak bisa hadir.

Lewat tulisan ini, saya hanya bisa menyampaikan; ”Selamat atas perayaan Pengantin Peraknya, Mbak. Semoga pernikahan abadi dalam kebahagiaan yang terus tergenggam hingga akhir hayat menjadi titian perjalanan. Semoga tetap terjaga kesehatan,”

Semoga berkenan pula atas tulisan terbuka ini. Heh.e.h.eh.e.he.he

Yogyakarta, 24 Juli 2011

____________________________

Iklan

One comment on “Selamat Bahagia Mbak Maya

  1. Odi , banyak terima kasih . Untung ibunda tercinta hadir dan saya coba ketemu kamu nanti , Insya Allah 11 december saya ke jogya lagi sampai 16 december . Kamu di Jogya juga ? Siapa tau ketemu kita di Malioboro nanti , hahahaha.
    ekali lagi terima kasih dan sukses dengan tulisan2 kamu .
    God bless you .
    Salam sereh ketumbar jinten dari
    Maya Diredja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: