2 Komentar

Hm, ada Fiksiana

Janji itu telah tertepati. Sebuah kanal di Kompasiana berisi fiksi, telah menyapa kita hari ini. Fiksiana, demikian namanya. Nama yang diusulkan oleh para kompasianer, ketika admin meminta pandangan dalam satu postingan. Demikian pula rubrik-rubrik yang ada, telah menampung usulan para kompasianer juga. Walau tertunda dari rencana akan diluncurkan bulan Juli, bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali (walau tetap asyik bila tetap waktu).

Hari ini saya lebih memilih untuk menikmati. Berawal dari informasi sahabat langit di jejaring sosial, segeralah saya meluncur. Memang sudah ada wajah Fiksiana, kendati belum berfungsi. Tapi tidak perlu menunggu lama, seluruh tab-tab dari rubrik yang ada mulai bisa berjalan. Aliran tulisan terasa mengalir deras. Ah, tampak sekali para kompasianer khususnya yang bergelut pada fiksi seakan menyambut kehadirannya.

Sampai malam ini saya masih menikmati. Satu ganjalan dalam hati, sejak sore tadi, atas kanal fiksi ini, adalah tentang kesesuaian isi. Cobalah perhatikan pada tiap rubrik yang tersedia dengan isi postingan, utamanya pada rubrik Cermin dan Novel, dan dongeng. Banyak isi yang tidak tepat atau tidak sesuai.

Tapi saya mencoba memaklumi. Kan belum genap satu hari. Baru hari ini. Sedang tulisan yang hadir termasuk pula hari-hari kemarin. Maka, untuk selanjutnya memang ada dua langkah yang harus dilakukan:

Pertama, para kompasianer mengedit postingan dengan menempatkan pada rubrik yang sesuai, atau kedua admin berinisiatif melakukan perbaikan atas postingan kompasianer. Keduanya bisa berjalan bersamaan.

Lantas apa pengaruhnya bila tidak diperbaiki?  Bila itu pertanyaannya, maka saya balik bertanya, lantas buat apa dibuat rubrik-rubrik semacam itu? Bukankah rubrik untuk memudahkan para pembaca untuk melihat-lihat dan bila tertarik mengklik untuk membacanya?

Bayangkan saja kita memasuki sebuah supermarket. Apabila peletakan barang-barang dagangannya tidak tertata rapi dan barang-barang yang sama tidak terhimpun di satu tempat, tentu akan menyibukkan kita sebagai pembeli harus berlari ke sana ke mari. Selanjutnya mungkin kita malah jadi jengah, dan memilih supermarket atau toko lain yang bisa lebih kecil tapi lebih nyaman bagi kita untuk mendapatkan barang yang dikehendaki.

Di luar itu semua, selamat datang fiksiana, bergairahlah para fiksioner, ruang telah terbuka, bagaimana memanfaatkan secara optimal sehingga bisa memberi sinar, menggugah gairah bagi para pembaca atau para fiksioner lainnya, sehingga mampu terinspirasi dan menjadikan karya-karya di fiksiana menjadi semakin berarti.

Salam hangat,

Yogya, 26 September 2011

Iklan

2 comments on “Hm, ada Fiksiana

  1. Pengen juga bergabung disana….seperti menemukan habitatnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: