Tinggalkan komentar

Daftar Tulisan Tidak Bermutu dan Tidak Bermanfaat

 

Odi Shalahuddin

Admin Kompasiana memiliki tiga kekuasaan penuh untuk mengatur halaman muka, katakanlah begitu. Sisihkan dulu tentang kriteria-kriteria yang pernah diposting oleh admin, yang pada prakteknya bisa dikatakan tidak menjadi patokan kerja lagi bagi admin. Protes tentang hal ini, yang pernah marak terjadi beberapa waktu lalu, lenyap sudah. Lantas berlangsunglah, seperti diamini, bahwa itu adalah kekuasaan penuh bagi admin. Itulah ruang highlight, headline dan terekomendasi.

Saya-pun pernah berulang kali memposting tulisan untuk mengkritik atau katakanlah mengingatkan admin, dengan membeberkan kriteria-kriteria yang ada, tapi admin berkilah bahwa penilaian sebuah tulisan bermutu atau bermanfaat menjadi pertimbangan bagi admin untuk memilih tulisan sebagai highlight (saya tidak mempersoalkan headline dan terekomendasi). Artinya, sebuah tulisan yang tidak masuk highlight adalah tulisan yang dinilai tidak bermutu atau bermanfaat. Itulah yang kemudian menjadi pemikiran saya.

Mengingat pernah terjadi puluhan tulisan secara beruntun tidak masuk highlight, saya menempatkan diri bahwa tulisan-tulisan saya tidaklah bermutu dan bermanfaat. Karena itulah saya sempat berhenti memposting di Kompasiana, dan menjadi pengamat untuk highlight selama beberapa bulan guna menemukan kiat-kiat untuk memperbaiki kualitas tulisan saya.

Cilakanya, berdasarkan pengamatan panjang, saya justru tidak bisa menemukan benang merah dari kriteria mana yang dinilai bermutu dan bermanfaat dengan membandingkan mana yang masuk highlight dan mana yang tidak. Sebuah tulisan pendek, sekedar melontarkan pertanyaan, misalnya, bisa ditempatkan di highlight, dan sebuah reportase atau opini yang menarik, bisa terlewatkan begitu saja. Kadang kita menjumpai dua atau tiga tulisan yang sama dari seorang penulis dengan posting yang kurang dari satu jam (artinya melanggar ketentuan), justru semuanya masuk pada highlight secara berurutan.

Penilaian saya atas pengamatan, pemilihan oleh admin tampaknya bersifat manasuka dan sangat subyektif. Pada konteks ini saya misalnya tidak menyalahkan, dan bahkan kini sekarang cenderung sepakat dengan dugaan baik yang terlontar dari postingan atau bisik-bisik bahwa tempat-tempat tersebut terprioritaskan oleh orang-orang yang kenal atau  pernah bertemu dengan admin. Kecenderungan terakhir, orang-orang yang menulis tentang apapun yang bersifat ”luar negeri”. Sempat terbaca postingan seorang kompasianer yang dengan gemas menyatakan tentang kecenderungan itu. Hal lain, patut diduga terhadap pilihan dari seseorang yang menampilkan profil yang luar biasa.

Pilihan halaman muka mencerminkan wajah kompasiana, dimana seorang pembaca (non-kompasianer) akan menangkap kesan tentang kompasiana (image yang terbangun). Lantas, apakah wajah kompasiana telah mencerminkan arah yang hendak dituju sebagai jurnalisme warga dan memberikan tawaran baru tentang informasi? Masing-masing bisa bebas memberikan penilaian.

Nah, apabila benar pilihan bersifat manasuka, apalagi di tengah kecenderungan sebagian kompasianer yang terus menerus dihembuskan angin sapaan tentang sepatutnya berterima kasih telah diberi ruang dan ketiga ruang itu kewenangan mutlak dari admin, maka ini menuju arah yang berbahaya. Maju tidaknya kompasiana sangat ditentukan oleh sikap admin dan partisipasi kompasianer. Hubungan ini saling mengisi, melengkapi dan memperkuat. Lantaran itupula semangat untuk saling mengingatkan dan mengkritisi menjadi dinamika yang tidak perlu dihindari, justru harus terus ditabuhkan.

Jujur, saya sendiri sebenarnya sudah bosan menulis hal semacam ini. Tidak ada gunanya pula. Tapi ijinkan saya untuk melepaskan uneg-uneg, biar agak lega, walau tidak merubah apapun.

Nah, inilah daftar 17 tulisan dari dari 25 tulisan terakhir (di luar tulisan ini tentunya) yang saya posting di sini (beberapa telah yang telah saya hapus, tidak masuk dalam hitungan ini) yang tidak masuk kategori bermutu dan bermanfaat:

  • Lagi dan Lagi
  • Biarkan Kita Bicara
  • Aku Takut Menulis Dengan Hati
  • Hubungan Maya
  • Mencurigai Diri Sendiri
  • Belajar dari Kasus Aisha Wardhana, Peranan Penting Jurnalisme Warga
  • Penculikan dr Aisha Wardhana di Somalia, Benarkah?
  • Beginikah Admin Bekerja?
  • Seorang Perempuan Muda yang Hadir Pada Dini Hari
  • Seorang Tamu, Siapa, Entah
  • Menolak Permenkes No. 1636 Tentang Praktek Sunat Perempuan
  • (FSC) 69
  • (FSC) Bukan Surat Cinta
  • (Pra FSC) Ajarilah Aku Menulis Surat Cinta
  • Terus Terang Aku Iri dengan Istriku
  • Geger Negeri Karena Kambing Hitam
  • Nazaruddin Pulang Jangan Sampai Ada yang Menghilang

Karena itulah, Sungguh, ingin sekali aku belajar menulis, agar bisa bermutu dan bermanfaat. Apalagi kepada para admin kompasiana yang tentunya orang-orang hebat yang telah berpengalaman panjang di sebuah media terkemuka di Indonesia. Suatu kebahagiaan tersendiri bila bisa belajar dengan orang-orang hebat ini.

Ajarilah Aku, ajarilah kami, biar maju bersama

Salam hangat selalu,

(Kubiarkan diriku menulis dengan hati sebagaimana diajarkan oleh para sahabat kompasianer di sini, walau pikiran tetap bermain melakukan intervensi agar hati tidak samu gue menumpahkan kata-kata yang terlintas, namun sungguh tidak elok bila tertuliskan) 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: