Tinggalkan komentar

Kompasiana Adalah Candu

Odi Shalahuddin

Rokok itu tidak enak. Bila belum pernah, jangan sekali-kali mencobanya. Bila engkau mencoba pertama kali, maka engkau akan terbatuk-batuk. Bila engkau bertahan mencoba, dan mencoba lagi, maka pada saat terbatuk-batuk-pun enggan rasanya engkau melepas sebatang rokok dari jemarimu dan memainkan asap-asapnya. Hingga kegilaan-pun dimulai. Saat tengah malam buta dan mungkin saat hujan deras, kenekatanmu untuk menerobos kegelapan dalam curah hujan menjadi perjuangan untuk mendapatkannya. “Tanpa rokok, tidak bisa berpikir, tidak bisa berimajinasi, membuat karya dan kerja menjadi terganggu,” 

Minuman juga tidak enak. Bila belum pernah, jangan sekali-kali mencobanya. Rasanya pahit, membuat pusing kepala, dan jalan-pun tak mudah untuk lurus. Tapi bila engkau ngotot untuk mencoba dan mencobanya lagi, maka tak lengkap hidup rasanya bila seminggu sekali saja tak merasakan minuman. Justru agar membuat kepala melayang-layang, menikmati bayangan-bayangan, seakan keluar dari kehampaan kehidupan. Bila dalam kontrol, maka engkau mungkin hanya memilih tempat-tempat tertentu saja dan memilih terkapar dalam kamar. Tapi bila engkau semakin memburu bayang, mencampur-campur tak karuan, menjadi bagian dari keseharian, maka apapun tidak engkau pedulikan, termasuk terkapar di pinggir jalan.

Berjudi bisa mengasyikkan. Pertama kali engkau mencoba, biasanya mendapatkan kemenangan, namun setelahnya selalu saja yang lekat padamu adalah kekalahan-kekalahan. Namun selalu pula di kepala terpikir tentang harapan-harapan, bahwa akan ada kemenangan. Kita tahu, sama tahu, bandar pastilah menang. Terjerumus ke dalamnya, membuat hidup menjadi melayang. Berkonsultasi dengan para dukun dan berburu jimat ke pekuburan. Banyak kisah, justru melayang semuanya. Harta-benda dan juga keluarga. Apakah tetap akan engkau pertaruhkan?

Berkompasiana, kita hanyalah melihat kata-kata berjalan. Di halaman pertama mengalir tak henti ragam tulisan. Ada yang terhenti: highglight, terekomendasi dan iklan. Dipancari cahaya warna-warni dari headline. Terbeku memandanganya, pastilah bisa membosankan. Maka perlahan jemari mengklik, sebuah judul tulisan. Menghantarmu pada halaman. Terbentang ocehan, gerundelan, sindiran, ataupun pemikiran, tapi memang lebih banyak imajinasi fiksi yang berlambaian. Selesai, bisa tertutup halaman, tapi biasanya ada rasa penasaran. Maka bermainlah jemarimu mengklik dan mengunjungi halaman demi halaman. Terasa menjadi hal yang mengasyikkan. Saat hati tergerak ingin ikutan, setidaknya komentar bisa tertorehkan, maka segeralah engkau berlari, untuk mendaftarkan. Jadilah engkau kompasianer, tergantung apa yang hendak kau lakukan. Sekedar membaca dan memberikan komentar, yang akhirnya membuat diri tak tahan, lalu juga meluncurkan tulisan.

Maka disitulah bermula. Pelan-pelan dirimu akan terhanyutkan. Semakin tinggi rasa kepenasaran, semakin engkau akan tercengkram. Tak puas dengan satu tulisan, mengalirlah puluhan,  ratusan atau bahkan ribuan. Tentulah bisa engkau bayangkan, berapa waktu yang akan terhabiskan? Apalagi engkau telah memiliki banyak kawan, apalagi engkau rajin memberi dan mendapat torehan, apalagi engkau mulai terpancing oleh lambaian-lambaian: highlight, terekomendasi, dan headline.

Bersyukurlah bila tak tergoda dan memunculkan niatan.  Engkau telah merasa lengkap hadir dalam tulisan. Namun bila sekali saja engkau tersentuh dan membangun angan, bersyukurlah bila itu akhirnya engkau dapatkan. Bila tidak, maka engkau akan menanti harapan yang semoga saja sesekali ia datang.

Semakin terperosok ke dalam, maka engkau sudah mencandu. Apalagi bila tak lepas dari kepulan rokok dan minuman. Apalagi bila sebelumnya suka berjudi. Maka sempurnalah candu mencengkrammu.

Selanjutnya? Ah, biarkan saja ia mengalir, mengalir, mengalir dan mengalir….. berada dalam sebuah taruhan…

Yogyakarta, 11 Agustus 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: