Tinggalkan komentar

Mau Headline? Saya juga mau kok….

Odi Shalahuddin

Beberapa hari ini, postingan, komentar dan diskusi menyangkut soal HL di Kompasiana kembali menghangat. Walaupun semua tahu bahwa ini adalah kewenangan penuh admin, tetap saja pembicaraan tentang HL selalu menggairahkan dengan beragam respon untuk mensikapinya. 

Tadi pagi ketika saya melihat tulisan-tulisan yang masuk headline, sungguh, Saya sangat menyukainya. Keseluruhannya merupakan reportase ataupun pengalaman dari sang penulisnya. Jadi, bisa dipastikan tulisan-tulisan yang hadir ini tidak akan bisa dijumpai di media online lainnya. Di tengah menuliskan ini, ada pergantian headline, namun masih dengan karakter yang tidak berbeda jauh.

Tanpa mengesampingkan tulisan-tulisan lainnya yang pernah mengisi ruang terhormat, saya merasa hari ini benar-benar membaca karya warga. Jurnalisme warga. Berbicara tentang hal yang bersifat lokal, namun masalah yang dikemukakan bisa hadir di tempat lain, atau setidaknya menginspirasi.

Tulisan semacam inilah yang menjadi prioritas pertama oleh admin untuk diangkat sebagai headline berdasarkan kriteria tertulis yang pernah diposting oleh admin sendiri:

Sebaiknya, memang saya kutip secara lengkap saja apa yang disampaikan oleh admin, yaitu: Adabeberapa kriteria yang akan digunakan Admin dalam menentukan layak tidaknya sebuah tulisan menjadi Headline, yaitu:

  1. Berita. Tulisan dalam bentuk berita yang ditulis berdasarkan liputan langsung akan menjadi prioritas utama. Hal ini tak lepas dari komitmen Kompasiana dalam menggiatkan aktifitas Citizen Journalism di kalangan masyarakatIndonesia. Yang dipilih tentu saja tulisan yang membawa manfaat bagi banyak orang.
  2. Aktual dan Mendalam. Sebuah tulisan dianggap layak sebagai Headline apabila isinya aktual dan ditulis secara mendalam. Ketika terjadi sebuah peristiwa, Kompasianer akan berlomba-lomba menulisnya dalam bentuk Reportase maupun Opini. Kedalaman sebuah tulisan akan menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan Headline.
  3. Menarik dan Mendalam. Tulisan yang unik dan menarik juga bisa menjadi Headline sepanjang dipaparkan secara mendalam.
  4. Fiksi Berkualitas. Tulisan kategori Fiksi, yaitu puisi, cerpen dan sejenisnya juga berkesempatan menjadi Headline. Admin akan memilih karya fiksi yang dianggap berkualitas.
  5. Orisinal. Maksudnya, tulisan itu hanya ditulis dan ditayangkan di Kompasiana, bukan diambil dari karya penulis di media (blog, koran, majalah) lain.
  6. Highlight. Admin akan memilih Headline dari tulisan-tulisan yang sebelumnya sudah di-Highlight.

Jadi, kalau mau tulisan kita menjadi Headline, ikuti saja kriteria di atas. Kalau sudah merasa memenuhi kriteria, tapi belum berhasil menjadi headline, anggap saja belum beruntung, dan menulislah lagi. Lagi, lagi dan lagi…..

Jika ada ketidakpuasan ketika mencermati tulisan-tulisan yang masuk headline dan dinilai tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan seperti di atas, sedangkan anda melihat ada beragam tulisan lain yang dinilai layak menjadi headline nyatanya Hanya Lewat saja dan menghilang terbenam oleh tulisan-tulisan lain yang terus meluncur deras, ya, dimaklumi sajalah. Bukankah admin juga manusia, dan pastilah mana tahan membaca seluruh tulisan yang ada.

Kriteria dibuat agar bisa menjadi rambu, menjadi pegangan agar bisa bersikap obyektif. Tapi kita tahu pula, bahwa kita masing-masing tentu memiliki kecenderungan-kecenderungan yang berbeda-beda. Ini tergantung dari pergulatan atas berbagai persoalan selama perjalanan hidup kita.  Kecenderungan ini, sadar atau tidak sadar seringkali mendominasi pembuatan keputusan. Namun, kematangan seseorang bisa pula mengerem kecenderungan yang ada dalam dirinya dan mencoba memahami perspektif lain. Apalagi bila tuntutan obyektifitas ini terkait dengan pekerjaan yang dilakukan. Jadi, sekali lagi, ya maklum-maklum saja. Sejauh apa yang terputuskan tidak berlebihan atau menghilangkan kriteria lainnya.

Kita, atau setidaknya saya sendiri (agar tidak dituduh mengklaim mewakili banyak orang), tidak mengetahui bagaimana cara kerja admin. Apakah headline ditentukan oleh satu orang admin atau oleh keputusan bersama, atau oleh admin yang tengah bertugas. Tapi, saya berkeyakinan (bisa saja salah), bahwa hal ketigalah yang terjadi. Admin yang tengah bertugaslah yang menentukan headline (termasuk pula menentukan highlight. Tapi saya tidak yakin semuanya memiliki kewenangan sama dalam menentukan yang terekomendasi).

Alasan keyakinan saya adalah, bila kita cermati tampilan tulisan yang ada di headline bisa dijumpai adanya kecenderungan-kecenderungan yang berbeda, yang kadang bertolak belakang. Saya lupa, ada seorang kompasianer yang pernah menyinggung dan mempertanyakan tentang arah atau image yang akan dibangun kompasiana. Umum dipahami bahwa dalam media online ini bisa terlihat dan terbangun di pikiran pembacanya dengan melihat kecenderungan tulisan–tulisan yang dijadikan headline.  Tentang hal ini, bagaimana menurut anda sendiri? Tapi, yang pasti, hal sebenarnya hanya admin sajalah yang mengerti. He.h.eh.e.h.eh.e.he

Anda mau headline? Kalau saya, jujur saja, pasti mau…..

Yogyakarta, 26 Juli 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: