Tinggalkan komentar

Tidak Ada yang Salah dari Rohmat

Odi Shalahuddin

Saya tidak mengenal secara fisik Rohmat Hidayatulloh, kecuali bahwa ia adalah seorang kompasianer. Berdasarkan data di profilnya, ia mulai bergabung di Kompasiana sejak 6 Desember 2010. Satu bulan lebih beberapa hari. 

Dialah inisiator dan pelopor dari satu gerakan yang diberi nama Gerakan Kompasiana Bersih (GKB). Ketika ia menyampaikan gagasan melalui komentar-komentar pada beberapa postingan saya, dan juga shout di lapak saya, saya langsung memberikan respon positif. Situasi yang digambarkan dan obsesinya terhadap kompasiana, saya pandang mewakili keresahan banyak kompasianer yang mengemuka beberapa waktu belakangan ini.

Ketika ia memposting seruan aksi Gerakan Kompasiana Bersih (GKB)Ia menyampaikan bahwa:

”… Aksi ini adalah sebuah respon atas keprihatinan dan kegelisahan dari berbagai kalangan menyangkut  suasana di kompasiana yang semakin hari semakin tidak kondusif.  Suasana tidak  kondusif ini disebabkan karena ulah segelintir orang yang melakukan praktik-praktik antara lain : penistaan agama, saling menghujat dengan kata-kata kotor, saling menjatuhkan antar sesama kompasianer, maraknya isu akun kloningan, dan munculnya konten pornografi….”  

Selanjutnya ia menyampaikan lima point yang sesungguhnya secara substansi terfokus kepada dua point utama yaitu: himbauan kepada para kompasianer dan desakan kepada admin untuk bersikap tegas sesuai tata-tertib.

Selanjutnya ia menyerukan agar pada hari ini tanggal 11 Januari 2011 atau 11.1.11 sebagai hari tanpa kompasiana (HTK). Namun seruan ini bukanlah harga mati, ia menawarkan pula bila ingin memposting, berisi gagasan tentang kompasiana.

Rohmat mempersiapkan beberapa gambar yang bisa digunakan sebagai PP yang disambut oleh beberapa kompasianer yang turut menyumbangkan desain-desainnya.

Memang gerakan ini disikapi secara beragam oleh para kompasianer. Ada yang tegas menyatakan dukungannya dan menyatakan kesertaan dalam aksi tersebut, ada yang mendukung tapi tidak mau namanya terdaftar, ada yang bersifat menunggu dan melihat saja, ada yang menyatakan gerakan tidak diperlukan tapi dimulai dari diri sendiri dulu, dan ada pula yang menyatakan tidak sepakat dengan gerakan tersebut.

Hal tersebut tentulah wajar. Ini ruang merdeka. Ruang dimana orang bisa saling mengemukakan pandangannya atas sesuatu, berdialog dan berdebat keras melalui tulisan. Ruang ini menurut saya sangat hidup. Ini merupakan anugrah tiada terkira.

Mencermati berbagai postingan yang terkait dengan respon terhadap Gerakan Kompasiana Bersih, baik yang mendukung, bersikap di tengah, ataupun yang kontra, pada prinsipnya saya melihat benang merah yang sama. Meletakkan berbagai persoalan (bila dianggap demikian), kepada ADMIN yang memang memiliki kewenangan dan kekuasaan untuk melakukan tindakan yang dinilai melanggar tata-tertib.

Pada tata-tertib butir ke 15 disebutkan:

Dengan mendaftar di Kompasiana, Kompasianer memahami dan setuju untuk tidak menggunakan, menempatkan, mengunduh, menautkan, melekatkan dan atau menayangkan Konten yang:

  1. Melanggar atau menyalahi hak orang lain, termasuk tanpa kecuali, hak intelektual, hak paten, merek dagang, rahasia dagang, hak cipta, publisitas atau hak milik lainnya dari pihak ketiga.
  2. Melanggar hukum, mengancam, memfitnah, mencemarkan, memperdaya, menipu, curang atau menimbulkan kebencian pada orang atau golongan tertentu.
  3. Menghina, melecehkan, merendahkan atau mengintimidasi individu atau grup individu berdasarkan agama, jenis kelamin, orientasi seksual, ras, etnis, usia atau cacat fisik.
  4. Melanggar norma kesusilaan, cabul dan pornografi.
  5. Menganjurkan atau menyarankan perbuatan yang melanggar hukum.
  6. Menyinggung, memicu pertentangan dan atau permusuhan antar Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA).
  7. Memuat kata-kata atau gambar-gambar yang berisi dan atau menimbulkan rasa ngeri, kasar, kotor, jorok, dan sumpah serapah.
  8. Menyebarkan ideologi atau ajaran tertentu yang dilarang oleh hukum yang berlaku di wilayah RepublikIndonesia.
  9. Mengandung virus atau kode komputer lainnya, file atau program yang dapat mengganggu, merusak atau membatasi fungsi dari software atau hardware komputer atau peralatan komunikasi, atau memperbolehkan penggunaan komputer atau jaringan komputer yang tidak sah.
  10. Melanggar Ketentuan Layanan, petunjuk atau kebijakan lainnya yang ada di Kompasiana.

Sebagai kompasianer kita terikat dalam tata-tertib tersebut. Mengingat pada butir 20 dinyatakan bahwa Admin tidak melakukan pengawasan terhadap Konten sepanjang waktu. Kompasianer diminta ikut serta mengawasi dan memonitor Konten di Kompasiana dengan menggunakan fitur ‘Laporkan Tulisan’ yang ada di setiap tulisan.

Situasi berkepanjangan yang dipersoalkan oleh para kompasianer yang dinilai tidak mendapatkan respon secara cepat inilah, yang kemudian mendorong Rohmat, sebagai kompasianer yang baru satu bulan bergabung, untuk menggalang Gerakan Kompasiana Bersih. Saya kira, dalam hal ini Rohmat tidak sekedar mencari sensasi. Semangat jiwa mudanya sebagai mahasiswa, kecintaan dan pandangannya terhadap Kompasiana sebagai ruang merdeka, dan kekhawatirannya atas situasi yang tengah terjadi, ia berani pasang badan dengan segala resikonya sebagai “ANAK BARU”.  Maka tidak tepat bila gerakan ini kemudian disikapi sinis karena Rohmat dipandang sebagai ANAK BARU.

Bukankah kita harusnya berbangga dengan seorang kompasianer baru yang berani tampil pasang badan untuk menggalang kebersamaan bagi terwujudnya kompasiana yang bersih. Bersih di sini, harus dipahami dalam konteksnya, yaitu yang dinyatakan dalam seruan GKB, yaitu bersih dari: penistaan agama, saling menghujat dengan kata-kata kotor, saling menjatuhkan antar sesama kompasianer, maraknya isu akun kloningan, dan munculnya konten pornografi….” 

Pada kenyataannya, dalam tempo satu hari sejak postingan GKB telah tercatat lebih dari 100 orang yang menyatakan diri bergabung dalam gerakan tersebut.

Apakah gerakan tersebut memiliki pengaruh? Saya yakin seluruh kompasianer dapat melihat bahwa ADMIN telah bekerja keras untuk mencermati postingan dan komentar yang ada, merespon dengan cepat laporan para kompasianer, dan hal yang paling nyata, bukankah beberapa hari ini kita tidak banyak menjumpai postingan ataupun komentar seperti yang dimaksud Rohmat. Saya kira itu sudah merupakan satu keberhasilan dari gerakan tersebut.

Nah, dengan begitu, adakah yang salah dengan Rohmat? Oh, ya hari ini, tepat tanggal 11.1.11.

Yogyakarta 1 Januari 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: