Tinggalkan komentar

Kebohongan Admin

Odi Shalahuddin

Bermula dari curhat saya sebagai penulis yang cengeng lantaran dari puluhan tulisannya hanya segelintir saja yang masuk di highlight, saya merasa bahwa puluhan tulisan saya tidak bermutu. Ini bila saya mengacu kepada kriteria yang telah ditetapkan oleh admin.

Saya membaca dan mempelajari lagi kriteria-kriteria mengenai headline, highlight dan terekomendasi. Lalu membandingkan dengan realitas yang ada. Saya merasa bahwa yang terjadi tidak sesuai dengan kriteria tersebut. Tapi, anggap sajalah ini sekedar praduga.

Di sisi lain, lalu saya berpikir mengapa saya jadi mempersoalkan hal ini? Ya, karena ada keterbukaan dari admin. Termasuk menyampaikan secara terbuka tentang kriteria itu. Ini merupakan sikap transparan yang tentulah layak diberi penghargaan. Saya kira sangat minim pengelola media yang mau terbuka menyampaikan kriteria semacam ini. Pada blog keroyokan seperti Kompasiana, tentulah ini sangat riskan dan bisa menjadi ruang untuk mempersoalkan kebijakan-kebijakan admin. Sebenarnya tanpa kriteria yang dibuka ke publik, saya kira para kompasianer akan tahu diri dan menghargai apabila itu merupakan kewenangan penuh dari admin untuk menentukan.

Berdasarkan hal tersebut, saya lalu memposting tulisan: Admin, Rubah Saja Kriteria Itu.

Saya merasa senang admin merespon tulisan ini dan menorehkan penjelasannya. Dikatakan oleh admin: Terima kasih untuk masukan Anda. Sampai sekarang ini, acuan tersebut secara tegas menjadi pegangan kami dalam memilih sebuah tulisan layak Highlight, Headline dan Terekomendasi.

Tapi sayang, saat penjelasan tersebut muncul, ada contoh kasus yang menunjukkan admin berbohong bila menggunakan acuan tersebut secara tegas menjadi pegangannya. Pada kolom terekomendasi, ada satu tulisan yang sudah masuk ke kolom tersebut, padahal post viewnya baru mencapai 28, ketika saya membuka tulisan tersebut. (Mohon maaf kepada penulisnya ini saya jadikan contoh semata-mata untuk menunjukkan kebohongan atas jawaban admin di atas. Saya sama sekali tidak bermaksud buruk kepada penulisnya).  Perhatian di bawah antara jumlah pembaca dan ruang Terekomendasi.

Pada kriteria tentang Rekomendasi disebutkan:

Rekomendasi

Tulisan Terekomendasi adalah tulisan yang direkomendasikan oleh Admin berdasarkan tingkat keterbacaan atau popularitas sebuah tulisan. Kolom ini disediakan untuk menggantikan kolom Terpopuler.

Dalam waktu tertentu, Admin akan memantau popularitas tulisan yang tayang di Kompasiana mulai pukul 00:00 sampai pukul 24:00. Tulisan yang memiliki banyak pembaca akan dipertimbangkan masuk ke daftar Rekomendasi Admin.

Nah, bila situasinya demikian, maka admin telah secara jelas membuat pernyataan bohong yang menyatakan telah menggunakan acuan tersebut secara tegas untuk menentukan sebuah tulisan masuk ke kolom terekomendasi.

Hal ini tentu saja membuat saya sangat kecewa. Saya mengetahui bahwa selama ini admin selalu bisa berperan sangat terbuka dan jujur, bisa bersabar dan senantiasa mau mendengar berbagai macam kritik. Ada perubahan apakah duhai Admin?

Yogyakarta, 7 Juni 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: