Tinggalkan komentar

Kebetulan Saja

Odi Shalahuddin

Kebetulan, saya memang suka peristiwa kebetulan. Kebetulan bisa menyenangkan, bisa pula tidak. Bila saja saat kita lagi berpikir mencari uang untuk biaya sekolah anak yang tidak bisa ditunda lagi tiba-tiba menemukan harta karun, ini bisa menyenangkan. Tapi ketika uang lagi mepet, harus membeli obat untuk salah satu keluarga yang lagi sakit, tiba-tiba uang itu terjatuh di tengah jalan, tentulah kita bisa merungut. 

Ketika saya memposting tulisan tentang “Kebohongan Admin” terjadi beberapa kebetulan yang membuat saya tersenyum-senyum. Ketika asyik ingin menanggapi komentar yang masuk, posisi ternyata sudah berubah log-out. Ini merupakan kebetulan yang baru saya alami. Ketika mencoba log-in, password dikatakan salah. Tapi kebetulan ini hanya sebentar. Tidak lama, saya bisa masuk lagi. Saya kira saya ditendang lantaran tulisan itu.

Kebetulan kedua, beberapa kawan memberikan vote, sehingga bisa masuk ruang teraktual. Dengan vote berjumlah 9, tulisan itu sampai sekitar jam setengah tiga pagi berada pada posisi pertama. Selanjutnya saya tidak tahu lagi karena tertidur.

Jam setengah delapan saya melongok lagi. Saya menjumpai kebetulan yang membuat saya tersenyum. Lima tulisan teraktual sudah menggeser tulisan saya. Ah, wajar, pasti ada tulisan yang memang layak masuk aktual. Kebetulan selanjutnya saya mengecek tulisan-tulisan itu yang membuat saya terbahak. Jumlah vote-nya hampir sama. Beberapa diantaranya jumlah vote bahkan melebihi jumlah pembaca. Satu diantaranya masih bertahan hingga lepas dari jam 12 siang.

Kepada seorang kawan saya mengatakan, wah, kalau saya menggalang vote aktual, pastilah hari ini vote yang teraktual yang tampil seluruhnya akan memecahkan rekor kompasiana. Karena dengan prasangka bahwa tulisan itu harus tenggelam, maka akan dilakukan upaya meningkatkan vote tulisan yang lainnya. Tapi saya tidak memutuskan hal tersebut.

Saya hanya akan menyaksikan kebetulan-kebetulan yang lain. Saya amati selisih vote hanya berkisar satu atau dua. Ketika tulisan saya mendapatkan vote yang bisa memunculkan tulisan di ruang teraktual, tidak menunggu lama, sudah terbenam lagi. Demikian seterusnya. Ketika tidak ada tambahan vote untuk tulisan saya, maka tulisan yang ada juga tidak bertambah. Jadi saya tersenyum sendiri. Intinya, sesuai prasangka saya, tulisan itu harus terbenam.

Ya, tak mengapalah. Cuma bertanya saja, siapa bisa memainkan vote untuk beberapa tulisan secara bersamaan? Kasihan penulisnya loh. Sampai satu penulis membuat postingan bertanya tentang vote yang diperolehnya. Beruntung pembacanya sudah banyak. Tapi penulis lain, yang jumlah pembacanya baru separo dari vote yang diperolehnya? Tentu bisa memiliki beban moral atau bisa merasa malu.

Ya, kebetulan saja, saya iseng menuliskan hal ini di sini.

Heh.e.h.eh.e.he.h.e

Yogyakarta, 7 Juni 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: