Tinggalkan komentar

Aku Penulis Curang

Odi Shalahuddin

Daripada bermasalah di kemudian hari, memang seharusnya aku membuat sebuah pengakuan. Pengakuan yang jujur dan sebenar-benarnya adalah benar adanya. Kuharap kalian dapat mengetahui, memahami, dan kuharap juga dapat memakluminya. Seandainya memang ada penghukuman, berilah hukuman yang pantas bagi diriku.

Sebenarnya aku telah lumpuh, tidak memiliki daya untuk menulis sesuatu. Memang, menulis itu gampang kata orang. Tapi pihak lain bisa menyatakan bahwa menulis adalah siksaan. Semua orang bisa menulis, tapi semua orang juga belum tentu bisa menulis. Paradok…. Bisa dialami oleh siapapun.

Kuakui saja, bahwa aku merasa sangat kesulitan untuk menulis. Otak terasa beku, jemari terasa kelu. Menulis satu kalimat saja, waktu terus berlari, hingga berganti hari, itupun satu tulisan belum tentu jadi.

Tapi keinginan sedemikian kuatnya. Apalagi setelah memasuki ruang-ruang kompasiana. Terpesona dengan keaktifan para kompasianer yang tak henti berkarya menuangkan gagasan atau imajinasinya ke dalam sebuah karya.

Akhirnya, aku berlaku curang, memposting tulisan-tulisan lama, sambil menunggu aku bisa menulis. Biar tumbuh semangat dan merasa terikat, aku membuat target yang dipengaruhi oleh salah seorang kompasianer, setidaknya satu tulisan terposting.

Berawal dari situ, tulisan-tulisan pendek tercipta, terposting, kala kosong, berseling dengan tulisan-tulisan lama. Sampai akhirnya, aku merasa terbiasa lagi untuk menulis. Tantangan lain adalah soal waktu. Bagaimana mensiasati waktu yang kian terbatas lantaran kesibukan ”menulis” sebagai satu pekerjaan. Aku berlaku curang lagi, mendahulukan tulisan untuk kompasiana, dan mengabaikan ”tulisan pekerjaan”.  Tertundalah target-target yang disepakati di awal. Sampai seorang kawan kerja menegurku ”Bagaimana tulisanmu tidak jadi-jadi, tapi kau malah aktif menulis yang lain?” Aku hanya cengengesan saja kalau sudah begitu. Lha, mau cari alasan apa?

Memang, aku penulis yang curang demi memuaskan hati, untuk diri sendiri, kadang membalut alasan untuk berbagi….

Bagaimanakah dengan dirimu?

Yogya, 26 Oktober 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: