Tinggalkan komentar

Aku Cinta Padamu, Kompasiana

Oleh:  Odi Shalahuddin

Aku benar-benar jatuh cinta. Jatuh cinta padamu. Kompasiana. Awal melirik, kedua mulai banyak mencuri pandang, ketiga mulai pendekatan, seterusnya, seterusnya, hingga dirimu mengganggu tidurku.

Daripada menderita, maka kukatakan aku jatuh cinta padamu. Walau kau tak menjawab, tapi kau membuka ruang terbuka bagiku untuk menjelajahi tubuhmu dan menorehkan berbagai rayuan. Membuat kisah-kisah untuk membangkitkan agar kau tidak tertidur. Hingga menjadi kawan sepanjang waktu.

Aku jatuh cinta padamu. Kompasiana. Aku tahu, puluhan ribu juga tergila-gila padamu. Berjuta huruf berhamburan membentuk kata, merangkai menjadi kalimat, dengan berjuta makna.

Ah, aku bukanlah siapa-siapa. Diantara berpuluh ribu para pecinta. Mungkin aku yang duduk di pojokan, mencoba menjangkau dirimu.

Maka ketika ada yang menorehkan dan memercikkan noda hitam ke tubuhmu, aku terperanjat. Oh, memang banyak cara mengungkapkan cinta. Biarlah. Biarlah. Biarlah. Aku cinta padamu. Walau bukan berarti memilikimu.

Tapi kudengar desah kesah. Keluh kesah. Bisik-bisik. Jadi gemuruh. Maka, atas nama cinta, tergelar aksi bersih-bersih. Sungguh aku, dan kawan-kawan mencintaimu. Jadi, biarkan kami menggunakan cara kami untuk lebih mencintaimu…

Tenang saja, bersih-bersih tidak dengan cara otoriter. Apalagi cara-cara militer. Tidak. Tidak ada ancaman. Tidak ada paksaan.  Tidak ada intimidasi. Kami tak suka kekerasan. Bersih-bersih dengan berbagai alat. Tetap memiliki kemerdekaan bagi siapapun untuk terlibat dengan caranya sendiri-sendiri.

Kompasiana, sungguh, aku, dan berpuluh ribu mencintaimu. Kecintaan kami, menjadi kekhawatiran. Ketika burung-burung hantu menjaga malam. Ketika burung-burung gagak berkaok-kaok. Sungguh ini sangat menggetarkan.

Percayalah, kemerdekaan masih ada. Kemerdekaan untuk berpikir, berpandangan yang berbeda dengan mainstream, dengan cara santun, dengan cara berteriak, dengan gaya bebas, dengan gaya jungkir-balik. Tetap. Kami memberi penghargaan. Asal tidak menyentuh keyakinan yang tidak bisa diperdebatkan. Asal tidak menyentuh dan merendahkan harkat dan martabat perempuan. Asal tidak mengumbar berbagai jenis binatang.

Kompasiana, aku, kami cinta padamu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: