1 Komentar

Lagi Jengkel Sama Kompasiana

Oleh:  Odi Shalahuddin

kompasiana, rumah sehat, rumah demokratis. sudah menjadi magnet bagi orang-orang. utamanya yang mau atau sudah jadi penulis. masuk ke dalamnya, bisa terpenjara kita. yang dinikmati bagaikan surga, berbagai suguhan aneka rupa selalu terhidang, tinggal ambil saja, dan kaupun pasti memiliki nafsu, untuk turut memberikan hidangan, bila perlu sepanjang waktu

dan saya lagi belajar, benar-benar belajar menulis, soalnya sudah lama tidak menulis, sepuluh tahun lebih kurasa

walau bukan penulis yang baik, setidaknya pernah menghiasi beragam media,

buku-pun sempat tercipta beberapa. tapi itu dulu. bukankah menulis adalah soal kebiasaan juga? lama tak menulis, akan lumpuh juga

maka berbahagialah saya memasuki kompasiana. tempat kita bisa menumpahkan gairah dan ini telah terbukti

tapi, sore ini saya lagi jengkel setengah mati sama kompasiana, rumah sehat, yang demokratis ini

sejak beberapa hari, awal mula terasa. dua hari ini utamanya teramati,  dan sore ini benar-benar memelototinya. wah, memang, apa yang tersangka, memang itu yang terjadi

jangankan HEADLINE (untungnya belum terobsesi), HIGHLIGHT pun sudah enggan disinggahi. kemarin menyapa dalam hitungan detik, sore ini bahkan tak muncul sama sekali

ya, sore ini, ketika tulisan hilang dari kolom tulisan terbaru, 49 menit lamanya aku tak lepas dari halaman highlight. me-restart berulang, mencermati jalannya tulisan-tulisan. pada jendela lain, mengamati urutan tulisan berdasarkan waktu. pada menit ke 49, ketika urutan waktu satu tulisan di atas tulisanku menghilang dari highlight, maka yakinlah tulisanku memang tak akan muncul.  apakah demikian pula dengan tulisan-tulisanku yang  lain di hari ini, hari kemarin dan kemarinnya lagi yang memang tak teramati?

diluar peristiwa bulan lalu karena ada perbaikan, lantas apa yang terjadi kali ini? hanya dirikukah atau ada kawan-kawan lain bernasib serupa?  (Ah, pertanyaan cengeng-kah lantaran tak muncul di halaman muka)

wajarkah bila hati bertanya, isi kepala menduga-duga. Tentang beberapa kebetulan yang terjadi, memberi komentar atas sebuah tulisan yang hampir serupa dengan tulisan ini tentang mulai diliriknya rubrik-rubrik yang HL-nya mulai berganti. membuat status di twitter lantaran pada satu hari banyak kekacauan postingan yang banyak sekali rangkap bahkan ada satu tulisan sampai tujuh rangkap

ah, tak mungkinlah hanya lantaran ini.Highlight jadi ngambek tidak mau disinggahi. bukankah kompasiana rumah sehat nan demokratis? mulai menjadi magnet membuat orang-orang mulai berduyun-duyun memasukinya. ini hanya persoalan kecil, hanya persoalan teknis dari mesin program. cuma kasus satu sosok dari puluhan ribu penghuninya

”sudah kost gratis, dikasih ruang nyaman, gak usahlah menggugat,” kuyakin para admin tak akan mengatakan demikian

Dan kuyakin para admin juga gak masalah bila satu penghuninya lagi jengkel. Gak ngaruh kok……

Salam damai penuh jiwa merdeka,

Yogyakarta, 7 Oktober 2010

_________________________________

Komentar di Kompasiana:

Iklan

One comment on “Lagi Jengkel Sama Kompasiana

  1. […] kejengkelan saya kepada Kompasiana lantaran tulisan yang diposting, tidak muncul di highlight (Baca DI SINI), saya mendapat pencerahan dari seorang kompasianer,  Mbak Endah Raharjo yang memberikan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: