2 Komentar

Apa Tulisan Kita Dibaca Orang

Oleh:  Odi Shalahuddin

Orang menulis, bisa untuk kepentingan apa saja. Ia bisa menulis untuk diri sendiri, sekedar catatan harian yang bersifat personal yang berisi curhatan-curhatan tentang yang dirasakan ataupun pandangan tentang peristiwa atau orang lain, bisa juga sebagai catatan-catatan gagasan yang suatu saat dinilai akan lebih bisa disempurnakan dan memiliki kegunaan bagi orang banyak. Tulisan ini bisa tersimpan dalam buku harian, file-file elektronik, atau apapun. Utamanya, disimpan untuk diri sendiri.

Tapi, ketika seseorang menulis, lalu mempublikasikannya, entah melalui media, mengenai apapun, termasuk curhatan,  bila hendak berlaku jujur, maka harapan yang ada adalah tulisan itu bisa dibaca sebanyak orang. Ingin mengelak dari hal itu, saya yakin kita akan berlaku tidak jujur.  Lantas buat apa mempublikasikan bila tidak ada yang membacanya? Bukankah demikian?

Maka ketika kita mempublikasikan suatu tulisan, apalagi ke blog yang memiliki kapasitas untuk mengetahui jumlah orang yang meng-klik (bisa jadi belum tentu membacanya) dan bisa memberikan komentar, seperti di blog keroyokan bernama ”Kompasiana” ini, gairah akan membuncah tatkala tercatat jumlah pembaca yang banyak.

Soal jumlah memang bisa berbeda-beda antara satu penulis dengan penulis lainnya. Mungkin ada yang sudah cukup puas dengan jumlah 50 tapi juga ada yang masih merasa resah ketika angka ”baru” tertera 200.

Kebahagiaan makin tiada terkira, ketika komentar-komentar bermunculan atas tulisan kita. Apalagi bila komentar-komentar tersebut menyangkut tentang apa yang kita tulis, bukan sekedar berbasa-basi menyapa, dan berdialog tentang hal-hal di luar tulisan. Kritikan yang masuk-pun bisa terasa indah, sebagai wujud perhatian kawan untuk menunjukkan kelemahan kita, yang bisa diperbaiki pada tulisan mendatang.

Tapi sebaliknya, mungkin diantara kita, ada yang sangat-sangat gregetan, ketika mengalami situasi di mana kita merasa menulis dengan baik yang dilandasi oleh semangat yang serius untuk berbagi, tapi tidak tersentuh sama sekali oleh para pembaca atau hanya tertera angka di bawah 10 selama beberapa hari. Pernah mengalami hal seperti itu? Saya pernah!

Menulis di ”Kompasiana” memang bisa menjadi tantangan tersendiri. Sudah banyak tulisan yang memberikan kiat-kiat agar tulisan kita bisa dilirik. Berbagai tulisan yang ada, menyarankan agar kita bisa membangun banyak perkawanan dengan para kompasioner lain. Caranya? Jawablah segera komentar-komentar yang muncul pada tulisan kita, selanjutnya, kunjungilah lapak kawan-kawan dan tinggalkan jejak. Niscaya bila kita rajin melakukan hal ini, akan ada yang membaca tulisan kita. Apalagi bila kita memasuki komunitas-komunitas yang telah terbentuk dan berperan aktif di Kompasiana, seperti komunitas Canting, Negeri Ngotjolia, Planet Kenthir, Desa Rangkat dan sebagainya.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah men-share-kan link tulisan kita (untuk hal ini, kita perlu bijak dan tidak sembarangan, jangan sampai keaktifan me-link-an tulisan dilaporkan sebagai spam) pada situs jejaring sosial lainnya seperti Facebook, twitter, koprol, dan sebagainya. Hal mana sesungguhnya berlaku hal serupa, yaitu membangun dan menjaga perkawanan sebanyak-banyaknya pula dalam jejaring sosial yang kita ikuti agar mereka mau melongok postingan kita di Kompasiana.

Ada cara lain yang juga ditempuh untuk menarik minat pembaca, yaitu membuat judul-judul yang bombastis, menjurus pada hal-hal yang bersifat seksual, memberi judul yang ”nyleneh” dengan tema yang tengah aktual dan bisa memancing kontroversi, atau judul-judul yang bernada provokatif.

Nah, strategi manakah yang telah anda lakukan agar tulisan bisa menarik minat pembaca? Mungkin ada strategi lain? Atau justru sama sekali tidak peduli. Hal yang mungkin dilakukan adalah menulis sebaik dan sebanyak mungkin, terus meningkatkan kualitas, dan terus mempublikasikannya. Suatu saat, orang akan mengetahui sendiri bahwa tulisan kita bisa memiliki manfaat. Begitukah? Ya, ini memang tergantung pilihan masing-masing. Terpenting, adalah teruslah menulis, berkarya, dan publikasikan!

Salam,

Yogyakarta, 19 November 2011

Iklan

2 comments on “Apa Tulisan Kita Dibaca Orang

  1. aku bagian dari kalau lihat judul sedikit beda dan kontroversi, tergoda untuk membacanya… he..he…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: