Tinggalkan komentar

Temu Anak Nasional: Deklarasi Menentang Perdagangan Manusia

Kompas, 15122008

Sumber: Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/15/10582347/deklarasi.menentang.perdagangan.manusia

Senin, 15 Desember 2008 | 10:58 WIB

Yogyakarta, Kompas – Perdagangan anak semakin marak terjadi di Indonesia. Seiring tingginya angka korban perdagangan anak, berbagai organisasi masyarakat terus mendorong pemerintah agar menetapkan tanggal pengesahan Protokol Palermo pada 12 Desember sebagai hari antiperdagangan manusia. Protokol Palermo menandai dimulainya gerakan internasional menolak perdagangan manusia.

Menyambut dan memperingati hari antiperdagangan manusia, Indonesia Against Child Trafficking (Indonesia ACT) Campaign menggelar Temu Anak Nasional di Kebon Agung, Bantul, 21-23 Desember mendatang. Negara punya kewajiban untuk melindungi warga negara agar tidak menjadi korban dan anak punya hak untuk bersuara, ujar Koordinator Temu Anak Nasional Odi Shalahuddin, Sabtu (13/12).

Indonesia ACT yang merupakan organisasi jaringan beranggotakan 16 organisasi non-pemerintah dan tersebar di 12 kota ini telah menggelar serangkaian kegiatan advokasi dan kampanye selama November dan Desember. Di DI Yogyakarta, Indonesia ACT beranggotakan Yayasan Samin dan Rifka Annisa.

Peserta temu anak adalah anak-anak dengan rentang usia 15-17 tahun dan remaja berusia 21-23 tahun. Puncak rangkaian kegiatan advokasi dan kampanye itu adalah pada gelaran temu anak nasional dengan tema Anak Bersuara Menentang Perdagangan Manusia.

Kegiatan tersebut rencananya akan diikuti 370 anak sebagai peserta aktif. Anak-anak akan mendeklarasikan penolakan terhadap perdagangan anak, ucap Odi. Setiap tahun, sebanyak 100.000 anak di Indonesia diperkirakan telah menjadi korban perdagangan anak. Dari jumlah tersebut, 40.000 hingga 70.000 anak di antaranya menjadi korban prostitusi.

Hasil penelitian Indonesia ACT di Batam dan Surabaya pada 2007 serta hasil pendampingan 150 korban pada 2005 hingga pertengahan 2008 menunjukkan usia termuda anak yang diperdagangkan adalah 12 tahun. Selain advokasi kebijakan terkait hak anak di tingkat nasional, 1.060 pendidikan komunitas di tingkat desa juga digalakkan. Menurut Wakil Koordinator Fathuddin Muchtar, temu anak akan diramaikan dengan pameran poster, foto, dan buku dengan pemasangan spanduk yang menentang perdagangan anak. (WKM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: