Tinggalkan komentar

Buku Gempa dan Tsunami

Cover Siaga Gempa dan Tsunami

Penerbitan Buku Mewarnai untuk Persiapan Hadapi Gempa

Kompas, 12 Pebruari 2007
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0702/12/jogja/1033716.htm

Yogyakarta, Kompas – Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia menerbitkan buku mewarnai anak-anak dengan tema gempa dan tsunami. Buku setebal 24 halaman ini diterbitkan sebagai upaya penyebaran informasi terkait gempa, terutama bagi anak-anak. Dengan buku mewarnai tersebut, anak-anak bisa memperoleh informasi sederhana tentang gempa dan dampak ikutannya, seperti banjir, tsunami, dan kebakaran. Mereka diharapkan bisa mengetahui apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi, baik saat berada di dalam maupun di luar rumah. “Sejak dini, mereka punya hak untuk memperoleh informasi yang benar tentang gempa.

Dengan mewarnai, minimal tiap anak akan bertahan lebih lama di satu halaman tertentu,” ujar Koordinator Program Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN) Odi Shalahuddin, Minggu (11/2). Buku mewarnai ini juga menyajikan gerakan tertentu yang harus ditiru sebagai tindakan pengamanan saat terjadi gempa bumi. Gerakan tersebut, antara lain dengan merunduk dan berlindung di bawah perabot rumah seperti meja dan menjauh dari perabot yang mudah pecah. Buku ini didistribusikan secara gratis, khususnya kepada kelompok- kelompok anak.

Saat ini buku tersebut baru diberikan untuk korban gempa di Klaten dan Bantul. Menurut Odi, pihaknya juga berencana mengirimkan buku mewarnai ke Aceh dan Kalimantan. “Juga untuk daerah yang belum pernah terkena bencana gempa, supaya ada persiapan jika tiba-tiba gempa,” tuturnya. Yayasan Samin telah melakukan uji coba buku ke berbagai kelompok anak korban gempa di 33 dusun di Kabupaten Bantul. Sejauh ini, anak- anak cukup menyukai karena gambarnya yang menarik. Cetakan pertama adalah sebanyak 5.000 eksemplar. Pada akhir Februari, buku akan dicetak ulang sebanyak 10.000 eksemplar. “Target kami adalah 50.000 eksemplar,” ujar Odi.

Pada awal Maret, Yayasan Samin juga berencana akan menyelenggarakan latihan menghadapi gempa di 30 komunitas dan 30 sekolah di Kabupaten Bantul. Dalam latihan tersebut, anak-anak diajak untuk menceritakan apa yang dipahami dari buku mewarnai ini. Kegiatan mewarnai akan dilakukan secara bertahap agar bisa terpatri dan selanjutnya bisa menjadi gerakan reflek saat terjadi gempa. ”

Karena baru diujicobakan pada September lalu, efektivitas dari buku ini belum teruji. Akan tetapi, setidaknya anak-anak punya pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi,” ucap Odi. (AB9)

Isi buku

SAMBIL MENGGAMBAR,  BELAJAR TENTANG GEMPA DAN TSUNAMI

Ditulis oleh Bambang MBK

Mediacenter-Ajijogja, 12 Pebruari 2007

YOGYAKARTA – Setelah bencana gempa dan tsunami yang memporak-porandakan Aceh Nangroe Darussalam akhir Desember 2004 lalu, masyarakat Indonesia terhenyak ketika para ahli geologi mengatakan Indonesia berada di wilayah cincin pasific ring of fire sehingga  rawan terjadi gempa bumi. Mereka benar sebab setelah itu gempa bumi berkekuatan besar juga terjadi di Nias, Yogyakarta dan Klaten serta Pangandaran di Jawa Barat. Tidak terhitung pula gempa bumi berkekuatan kecil juga menggoyang berbagai pulau di Indonesia. Ya, kita memang hidup di wilayah yang membahayakan!

Satu cara berlindung

Dalam waktu relatif singkat, ratusan ribu jiwa melayang dan kerugian harta benda senilai milyaran atau bahkan trilyunan rupiah harus ditanggung akibat gempa bumi itu. Namun, angka kehilangan jiwa dan harta benda ini dapat ditekan serendah mungkin jika  kita mau ‘akrab’ dengan gempa bumi dan tsunami itu. ‘Akrab’ artinya mencoba mengetahuinya sedekat mungkin dan memahami bagaimana mengantisipasinya. Istilah kerennya, mitigasi bencana.

Soal mitigasi bencana, tidak hanya orang dewasa saja yang wajib mengetahuinya. Anak-anak pun sedini mungkin harus mulai belajar bagaimana cara menyelamatkan diri bila bencana gempa atau tsunami terjadi. Untuk itulah, SAMIN ( Sekretariat Anak Merdeka Indonesia) – sebuah LSM yang memberikan perhatian pada hak anak – menerbitkan buku untuk anak-anak yang berisi pengetahuan tentang gempa bumi dan tsunami serta bagaimana cara menyelamatkan diri bila hal itu terjadi.

“Agar informasi menarik dan mudah dipahami anak, kami memilih buku mewarnai,” ujar Koordinator Program SAMIN, Odi Shalahuddin. Dalam pengantar dari buku setebal 24 halaman itu juga disebutkan menggambar (mewarnai) dapat menjadi penyalur emosi anak. Emosi dapat menjadi energi yang mendorong manusia bertindak konstruktif dan kreatif.

Dengan buku ini, anak-anak dapat mewarnai gambar yang mengilustrasikan  bagaimana cara menyelamatkan diri saat mereka berada di dalam atau di luar rumah ketika tiba-tiba terjadi gempa bumi. Misalnya, jika gempa terjadi dan kebetulan sedang berada di dalam rumah, berlindung di bawah meja yang kokoh sambil memegangi kepala (untuk perlindungan) dapat menjadi salah satu alternatif mencari selamat. Agar anak leboih jelas, terdapat pula narasi yang menjelaskan tentang gambar itu.

Saat mediacenter-ajiyogya memberikan buku itu kepada anak-anak, mereka cukup antusias untuk segera membuka buku berjudul “Buku Mewarnai untuk Anak-anak: Gempa dan Tsunami” itu. Salsa, seorang anak yang duduk di Sekolah Dasar (SD) kelas II dan tinggal di Kabupaten Sleman segera membuka buku itu dan membacanya.

Begitu pula dengan Mutiara, yang duduk di SD kelas 1 dan tinggal di Nitipuran, Bantul. Ia segera membaca keras-keras narasi di buku itu. Bahkan ketika masuk sekolah, Mutiara membawa buku itu. Ia ingin menunjukkan buku itu kepada teman-teman di sekolahnya.

Dalam penjelasannya, Odi mengatakan materi buku ini telah diujicobakan ke berbagai kelompok anak korban gempa di 33 dusun di Kabupaten Bantul. Bertempat di lapangan Kobon Agung, Imogiri, Bantul, pada 3 September 2006 lalu, ada sekitar 6000 anak yang mendapat pelatihan cara menghadapi gempa menggunakan buku ini sebagai acuannya.

Awas, jangan sampai salah…!

Menurut rencana, SAMIN juga akan menyelenggarakan pelatihan menghadapi gempa bagi 30 komunitas dan 30 sekolah di wilayah Kabupaten Bantul.  “Buku ini akan menjadi acuan dalam pelatihan itu,” ujar Odi.

“Diharapkan dengan buku ini, anak-anak akan memperolah informasi sederhana tentang gempa dan dampaknya. Mereka juga mengetahui apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi baik saat di dalam atau di luar rumah,” tambah  Odi.

Secara terpisah, Fathuddin Muchtar dari SAMIN mengatakan buku initelah dicetak 5000 eksemplar. Dalam waktu dekat, penerbitan buku yang didukung oleh Oxfam Novib, Tdh Germany, Tdh Netherlands dan Consortium BSS for Needy Children ini akan dicetak lagi sebanyak 10.000 eksemplar. “Kami akan membagikan buku ini kepada anak-anak dan gratis,” ungkap Fathuddin.

Bila ada pihak-pihak yang menginginkan buku ini, Fathuddin mempersilakan untuk menghubungi SAMIN yang beralamat di Jln Sidikan Gg. Saridi UH V/567 Yogyakarta, tlp 0274-412301, atau melalui email:

office@yayasan-samin.org 

atau

odi@yayasan-samin.org

Memang benar, ”anak-anak adalah masa depan sebuah bangsa”. Karena itu layak, jika hidup di wilayah yang rentan terjadi gempa bumi, anak-anak harus menjadi prioritas utama agar selamat.

Indonesia, kawasan pertemuan tiga lempeng

Diluncurkan, Buku tentang Gempa dan Tsunami

Bernas, Rabu, 21 Feb 2007
Sumber: http://www.bernas.co.id/index.php?group=cybernas&id=4306

JOGJA — Sebuah buku dengan judul Mewarnai untuk Anak-anak: Gempa dan Tsunami telah diluncurkan oleh Yayasan Anak Merdeka Indonesia Samin dengan dukungan dari Oxfam Novib, TdH Germany, TdH Netherlands dan Consortium BSS for Needy Children.

Koordinator Program, Odi Shalahuddin dalam rilis yang diterima Bernas Jogja, kemarin (20/2) menjelaskan untuk tahap awal pihaknya mencetak 5.000 eksemplar dan dalam waktu dekat akan kembali mencetak ulang sebanyak 10.000 eksemplar.

“Buku ini akan kami distribusikan secara gratis,” terang Odi. Buku ini menurutnya diharapkan akan memberi kemanfaayan khususnya bagi kelompok-kelompok anak pascagempa.

Dalam buku ini termuat berbaga informasi yang berkaitan dengan gempa sebagai upaya preventif. “Ini memang selaras dengan misi dan visi serta fokus kami (Samin–red) yakni anak-anak,” imbuhnya.

Isi buku ini dikemas sedemikian rupa sehingga informasi dapat disajikan secara menarik dan mudah dipahami leh anak-anak. “Makanya kami pilih menjadi buku mewarnai. Dengan demikian diharap anak-anak akan memperoleh informasi sederhana tentang gempa dan dampaknya (banjir, tsunami dan kebakaran) serta apa yang harus dan dapat mereka lakukan saat gempa terjadi. Baik saat mereka berada di dalam maupun luar ruangan,” papar Odi.

Buku ini menurutnya telah diuji cobakan ke berbagai kelompok anak di wilayah gempa sekitar 33 dusun di Bantul. “Sekaligus menjadi acuan dalam latihan massal yang melibatkan 6.000 anak dalam menghadapi gempa September 2006 lalu,” ungkapnya.

Bagi pihak-pihak yang membutuhkan dan memerlukan buku ini ihak Samin mempersilakan untuk segera menghubungi Sekretariat Samin (Jalan Sidikan Gg Saridi UH V/567. Jogja), telepon (0274-412301) atau melalui e-mail: office@yayasan-samin.org atau odi@yayasan-samin.org  (*/hjl)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: