Tinggalkan komentar

SAMIN Minta Bupati Bantul Permudah Izin Pembangunan SD

BANTUL(KR) – Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN) meminta kepada Bupati Bantul, Drs HM Idham Samawi untuk mempermudah izin pembangunan SD di Bantul. Sebab selama ini sejumlah donatur merasa kesulitan untuk membantu membangun kembali SD yang rusak akibat gempa 27 Mei lalu karena terbentur masalah perizinan.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Koordinator Program, Odi Shalahuddin, kepada KR, Jumat (26/1). Sebagai yayasan yang memberi perhatian pada anak-anak juga kelangsungan pendidikan formal, khususnya SD, SAMIN ikut mengkampanyekan kepedulian berbagai pihak untuk terlibat dalam proses pembangunan kembali sekolah yang rusak. Namun pada kenyataannya setelah ada donatur yang menyetujui justru terkendala perizinan.

“Keterlibatan kami dalam proyek pembangunan SD semata-mata karena SAMIN memang bekerja untuk anak-anak dengan menggunakan perspektif hak anak untuk mendapat pendidikan dasar. Pihak SAMIN tidak meminta atau mendapatkan sesuatu dari kerja sama tersebut. Secara prinsip kerja sama pembangunan SD dilakukan secara transparan. Kami berharap kepada Bapak Bupati untuk berkenan memudahkan pemberian izin pembangunan SD,” ucapnya.

Dijelaskan, bulan November 2006 SAMIN memfasilitasi PT Procter & Gamble (P&G) yang akan membantu pembangunan salah satu SD di Bantul yang roboh akibat gempa. Setelah pertemuan dengan PT P&G, SAMIN, perwakilan sekolah, Komite Sekolah dan Pemerintah Desa dan pembangunan akan dimulai, pihak sekolah membatalkan kesepakatan dan menyatakan kesediaan kepada pihak lain yang juga berniat membangun.

Kemudian SAMIN melakukan survei ke sekolah-sekolah yang dinilai mengalami kerusakan dan belum memiliki komitmen dengan pihak lain dan menemukan SD Karang Gayam I, Panjangrejo, Pundong. Belajar dari kegagalan sebelumnya dalam pertemuan 8 Desember 2006 yang melibatkan PT P&G, perwakilan SAMIN, sekolah, Komite dan masyarakat telah disepakati inisiatif mengurus proses perizinan dilakukan pihak sekolah. Sebagai kelengkapan proses perizinan, PT P&G telah membuat surat kesanggupan pembangunan dan melampirkan nilai penawaran dari kontraktor yang disetujui.

Pada surat tersebut, menurut Odi, P&G telah memberikan batas kepada pihak sekolah untuk mengurus perizinannya paling lambat 22 Januari 2007. “Kami mendapatkan penjelasan dari pihak sekolah bahwa izin belum didapatkan. Atas informasi itu, SAMIN berusaha menghubungi P&G dan meminta perpanjangan hingga tiga hari untuk mendapatkan izin. Apabila izin tidak didapatkan maka dengan berat hati SAMIN menerima keputusan dari P&G untuk membatalkan rencana pembangunan sekolah,” tambahnya. (M-4)-z

Sumber: Kedaulatan Rakyat, 30 Januari 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: