Tinggalkan komentar

Menentang Perdagangan Anak Lewat Lagu

Sepanjang lorong
pelosok negeri
Menjadi saksi
langkah hidupmu
Seorang gadis kecil
jejakan kaki
Meraih mimpi,
harapan semu

Pada usia muda
maut menjemputmu …………..

Sepenggal lirik lagu berjudul ‘Rosario’ itu dinyanyikan kelompok musik ‘Setara Merdeka’ di Tropis Cafe Jl Timoho, Sabtu (6/1). Lagu ini mengisahkan seorang anak jalanan bernama Rosario asal Filipina. Pada umur 10 tahun ia dijerumuskan ke prostitusi dan tinggal di sebuah rumah bordil yang harus melayani pedofili. Suatu kali tamunya seorang dokter dari Austria memasukkan vibrator ke alat kelaminnya. Vibrator itu pecah dan tertinggal di dalamnya selama 6 bulan dan menyebabkan ia meninggal dunia setelah kembali ke jalanan karena diusir dari rumah bordil.

“Kematiannya mendorong ribuan masyarakat sipil di Filipina bergerak dan mendesak pemerintah membuat undang-undang untuk menjerat pelaku eksploitasi seksual terhadap anak dengan hukuman yang berat, termasuk ancaman hukuman mati,” terang Odi Shalahuddin dari Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN) yang juga pembuat lirik lagu tersebut.

Ia menambahkan lagu ‘Rosario’ merupakan satu dari 14 lagu dalam CD album ‘Negeri Kami’ yang dirilis Yayasan Setara dan Ya-yasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN). Selain CD album ‘Negeri Kami’ juga dirilis CD album bertitel ‘Save The Children’ yang berisi 11 lagu. “Lewat lagu-lagu yang kami buat sebagai bentuk menentang perdagangan anak untuk tujuan seksual, prostitusi dan pornografi terhadap anak-anak,” kata Odi.

Fathuddin Mochtar yang juga dari Samin mengatakan, perdagangan terhadap anak-anak sudah lama terjadi, lagu-lagu dalam album ini untuk mengingatkan masyarakat agar melindungi anak-anak serta menentang perdagangan anak.

“Harapannya lewat lagu masyarakat bisa mudah menerima informasi seputar perdagangan anak,” kata Fathuddin. Lagu-lagu dalam dua CD album dinyanyikan oleh kelompok musik ‘Thermometer’, ‘Setara Merdeka’, ‘Al Habis’, ‘Nggozhu’, ‘Saralaughs’ dan ‘Fajar Merah’.

Selain ‘Rosario’ beberapa lagu lain misalnya ‘Perdagangan Anak’ yang diciptakan anak-anak jalanan di Semarang yang menceriterakan akan-anak yang diculik, dijual kemudian dipaksa bekerja. Adapula lagu ‘Perjalanan Sumi’ yang mengisahkan seorang anak perempuan berusia 10 tahun di Semarang bernama Sumi yang terjerumus ke prostitusi jalanan akibat menjadi korban kekerasan seksual tetangganya sendiri. Ironisnya saat melaporkan ke orangtuanya ia justru dimarahi dan menyalahkannya sehingga ia memilih hidup di jalanan. (Agung P)-

Sumber: Kedaulatan Rakyat, 9 Januari 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: