Tinggalkan komentar

SAMIN Foundation, Peduli Bangsa Melalui Hak Anak Bangsa

Kepedulian terhadap bangsa tidak selalu harus ditunjukkan dengan berdemo atas nama demi adanya pemerintahan yang lebih baik. Atau dengan selalu bertempur mengatasnamakan kebaikan. Kepedulian terhadap bangsa bisa dilakukan dengan cara membangun bibit-bibit penerus bangsa dengan cara memenuhi hak-hak mereka. Inilah yang dilakukan oleh SAMIN Foundation.

“Anak dalam pengertian semuanya. Semua orang yang berada di bawah usia 18 tahun,” ungkap Fathuddin selaku koordinator advokasi dari SAMIN Foundation saat ditanya mengenai kriteria anak. Dalam usia tersebut, orang masih dianggap anak-anak dan segala hak-hak anak masih harus dipenuhi oleh negara. Saat ini negara menurutnya masih belum mampu memenuhi hak-hak anak dengan baik karena pemenuhan hak-hak anak ini masih jauh dari yang diharapkan. Kurangnya pemenuhan hak-hak anak terlihat dalam berbagai bidang antara lain pendidikan, kesehatan, perlindungan, serta kewarganegaraan.

Komunitas yang berdiri pada tanggal 20 Mei 1987 ini memilih untuk berkecimpung dalam pengusahaan pemenuhan hak-hak anak belum ada. “Tahun 1987 itu belum ada organisasi yang khusus berbicara tentang anak, tapi kalau HAM banyak,” lanjutnya. Pada saat itu organisasi tidak memfokuskan diri pada pemenuhan hak-hak anak, meski di dalam beberapa program yang terdapat dalam suatu organisasi HAM juga berkaitan dengan kepentingan anak.

Berangkat dari fokus kepeduliannya terhadap hak-hak anak, komunitas ini memfokuskan dirinya menjadi dua, yaitu: Support Group dan Action Group. Support Group lebih cenderung memberi dukungan terhadap pihak-pihak yang juga peduli terhadap anak-anak. Sedangkan Action Group lebih kepada teknis penanganan bantuan terhadap anak-anak di lapangan. Grup ini bisa dianggap sebagai pelaksana lapangan dari SAMIN Foundation. Sejak tahun 2000, komunitas yang dikoordinatori oleh Mohammad Farid ini memfokuskan diri kepada pemenuhan hak anak yang merupakan korban kekerasan seksual serta anak yang berkonflik dengan hukum. Dijelaskan oleh Odi Shalahuddin selaku koordinator program, SAMIN Foundation memberikan bantuan hukum, psiko-sosial, serta meminta dukungan terhadap berbagai pihak.

Dengan 9 personil aktif, komunitas ini mampu melakukan beberapa program monitoring yang mereka lakukan di LP anak Kutoarjo. Tidak hanya sekedar monitoring, mereka juga mengadakan beberapa kegiatan seperti refleksi, pemahaman realitas, dorongan masa depan, serta mempersiapkan mereka jika mereka kembali ke lingkungan sosialnya. Sedangkan untuk masalah anak korban kekerasan seks biasanya tersebuar di berbagai wilayah. Ini karenakan sifatnya yang personal dan berjauhan sehingga tidak memungkinkan untuk tergabung dalam satu wadah.

Tidak hanya itu saja, namun mereka juga telah melakukan usaha atau kampanye pendidikan alternatif ke 23 propinsi dari 27 propinsi yang ada saat itu. Dan saat ini mereka telah melakukan kegiatan pemenuhan kebutuhan dasar anak dan trauma healing dengan pendidikan alternatif bagi anak-anak korban gempa 27 Mei lalu. Kegiatan ini mendapat respon yang baik dari masyarakat luas, bahkan luar kota Jogja. Respon ni terlihat dari banyaknya relawan yang ingin mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di 33 tempat, khususnya Bantul. Untuk keterangan lebih lanjut dapat mengunjungi sekertariat di Jl. Sidikan, Gg. Saridi UH V No. 567 (0274-412301), melalui email SAMIN@yogya.wasantara.net.id (dit)

Sumber: Trulyjogja.com 23 Juni 2006
http://trulyjogja.com/index.php?action=news.detail&cat_id=9&news_id=610

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: