Tinggalkan komentar

Hukuman Penjara Anak Mendorong Meningkatnya Kriminalitas Anak

Kapanlagi.com – Hukuman penjara terhadap anak pelaku tindak kriminal justru mendorong meningkatnya angka kriminalitas yang dilakukan anak.

“Kecenderungan itu akibat selama di dalam penjara seorang anak dicampur dengan narapidana (napi) anak lainnya, dan bahkan terkadang dengan napi orang dewasa pelaku kriminal,” kata Odi Shalahuddin dari Samin (Sekretariat Anak Merdeka Indonesia) kepada ANTARA di Yogyakarta, Kamis (16/11).

Di sela acara Pelatihan Jurnalis Berperspektif Anak yang berlangsung di Yogyakarta, ia mengatakan, selama dalam penjara itulah terjadi proses belajar berperilaku kriminal. Menurut dia, hal tersebut terjadi karena dua faktor, yaitu pertama faktor karakter anak yang rentan mudah menyerap hal-hal baru untuk kemudian menirunya, dan faktor kedua karena di dalam penjara banyak kelompok atau sindikat kejahatan yang memanfaatkan anak untuk berbuat kriminal.

Disebutkannya, Indonesia belum memiliki sistem untuk memelihara anak yang divonis menjadi ‘anak negara’, sehingga ketika anak terbukti berbuat kriminal dalam proses peradilan, maka yang bersangkutan akan langsung dimasukkan ke penjara anak seperti di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Anak di Kutoarjo (Jawa Tengah).

“Anak itu akan berada di dalam penjara sampai berusia 18 tahun, padahal pada usia tersebut sebenarnya ia tidak lagi dikategorikan sebagai anak,” katanya.

Dikatakan pula, di wilayah Kabupaten Bantul, Kulonprogo dan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tercatat rata-rata ada 60 anak dipenjara karena tindak kriminal.

Menurutnya, dari waktu ke waktu jumlahnya cenderungan meningkat. Pada Mei 2006 di LP Anak Kutoarjo (Jateng) jumlah napinya sekitar 45 anak. “Sampai sepekan lalu jumlah napinya sudah bertambah menjadi 82 anak,” kata dia.

Kenyataan tersebut menunjukkan jumlah pelaku kejahatan di kalangan anak semakin tinggi, karena proses hukum yang ada cenderung sampai memvonis anak dengan hukuman penjara. “Padahal semestinya tidak selalu harus divonis dengan hukuman penjara,” kata dia.

Ia mengatakan lingkungan yang cenderung lebih bebas juga akan mendorong anak melakukan tindak kriminal. “Juga tayangan televisi dan berita-berita di media lain tentang perbuatan kriminal juga mendorong anak melakukan tindakan serupa,” katanya. (*/lpk)

Sumber: kapanlagi.com, 16 November 2006
http://www.kapanlagi.com/h/0000143956.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: