Tag Archive | seputar kompasiana
Cerpen: Sebutir Peluru dalam Sunyi
SEBUTIR PELURU DALAM SUNYI Cerpen Odi Shalahuddin Sebutir peluru, kerap disebut sebagai timah panas, kini tengah menggigil kedinginan. Ia terjatuh di sebuah sudut ruang di balik lemari. Sendirian. Bersatu dalam kegelapan. Bermain dengan debu-debu yang berebutan melekatkan diri padanya. Pada kesunyian, terdengar hiruk-pikuk di atas. Di tempat semula ia tersimpan bersama kawan-kawan yang satu per satu […]
Sapa Bagi Pak Edy Priyatna
Sesuai rencana, di dalam hati, tapi memang harus ditepati, walau yang tahu cuma diri sendiri, mencoba menulis lagi, selepas Januari. Ini hari, 1 Pebruari, kabar seorang kawan di FB tentang Pak Edy, seorang sahabat sejati, yang sering menulis fiksi utamanya puisi, sering posting di kompasiana dan Kumpulan Fiksi, harus terbaring sendiri, di rumah sakit, ketika […]
(puisi) Kompasiana, Ada Apa Denganmu?
Kompasiana, ada apa denganmu? hari ini banyak keluhan sulit masuk kompasiana bahkan ada yang tak bisa kecapekan begadang ya? . membaca, torehkan komentar perlu kesabaran atau bila tidak bergegas malah meninggalkan . kompasiana moga peristiwa di hari pertama di tahun 2011 bukan sebagai pertanda . harapan tak banyak masalah menyenangkan berselancar tentu jadi harapan bersama . selamat tahun baru […]
Pengalaman Menulis Horor dalam Mirror
Pengalaman Menulis Horor dalam Mirror Terus terang, sudah lama sekali saya tidak pernah membaca karya horor. Berbeda ketika pada akhir tahun 1970-an hingga awal 1980-an saat saya masih SD dan SMP. Saya kira, kisah-kisah horror menjadi salah satu bacaaan yang paling saya suka (Selain cerita silat dan buku-buku sastra). Abdullah Harahap tentulah satu nama penulis […]
Bukan Sastrawan, Jangan Menyingkir
Bukan Sastrawan, Jangan Menyingkir (Odi Shalahuddin) Kanal Fiksiana terasa semakin hidup. Kritikan-kritikan yang terlahir, dengan beragam caranya, sadar atau tidak sadar, sesungguhnya telah menumbuhkan semangat bagi para penulis di fiksiana untuk meningkatkan kualitas karyanya. Sungguh, saya sangat yakin tentang hal itu, walau pada torehan komentar sering mengelak atau terkesan “menyerang balik” sang pengkritik. Berbahagialah kita, […]
Menulis, yang Penting Hati Senang
Menulis, yang Penting Hati Senang (Odi Shalahuddin) Menulis di Kompasiana memang mengasyikkan. Tentang hal ini, ada berbagai tulisan yang pernah saya buat (walaupun sudah banyak yang saya hapus dan saya pindahkan ke blog pribadi dengan kategori “Seputar Kompasiana”). Tulisan-tulisan itu mengenai gairah menulis yang terbangkitkan, dinamika yang berlangsung antar kompasianer, hingga kritik dan […]
Ketika Apresiasi terhadap Fiksi Kompasiana mulai Bermunculan
Ketika Apresiasi terhadap Fiksi Kompasiana mulai Bermunculan (Odi Shalahuddin) Berhamburan puluhan ribu karya fiksi para kompasiana yang terus mengalir tiada henti setiap harinya dalam beragam bentuknya. Walaupun tidak melakukan penghitungan, saya kira terbesar adalah puisi, disusul cerita pendek dan cerita mini, lalu dongeng dan cerita bersambung atau novel. Drama tidak masuk dalam perhitungan saya, karena […]
Bung Katedra, Sosok Pencurhat
BUNG KATEDRA, SOSOK PENCURHAT (Odi Shalahuddin) Pada beberapa kali perbincangan dengan Bung Katedra melalui telpon, kami pernah membahas tentang kebodohan-kebodohan, kekurangan atau kelemahan, dan kesadaran bahwa kami sebagai manusia yang memang jauh dari kesempurnaan. Lantas kami tertawa bersama saat mengisahkan tentang keangkuhan-keangkuhan yang menimpa diri kami, yang tercermin dalam tulisan-tulisan ketika mengungkapkan suatu persoalan dan […]
Coretan Instan, Menyinggung Lagi Sastra Instan
Coretan Instan, Menyinggung Lagi Sastra Instan (Odi Shalahuddin) Pandangan atau penilaian yang dilontarkan oleh Hilda @ saya kira sangat berhasil merebut perhatian dari para kompasianer, utamanya yang biasa bergelut di kanal Fiksiana. Reaksi yang bermunculan, baik yang pro, kontra ataupun mengambil jalan tengah, menunjukkan gairah berkarya yang sangat tinggi di Kompasiana. Hal ini bisa terlihat […]
Menyapa Hilda tentang Sastra Instan di Kompasiana
Menyapa Hilda tentang Sastra Instan di Kompasiana (Odi Shalahuddin) Dini hari, mata saya terpaku pada postingan Hilda @hammer City (Ketika Produk Sastra Instan Membanjiri Kompasiana), yang sesaat kemudian langsung dimasukkan oleh admin ke highlight (bersama satu tulisan lain) melompati puluhan tulisan lain dengan rentang waktu dua jam setengah dari status highlight sebelumnya dan posisi highlight […]
Teruslah Menulis Menjadikan Catatan Sejarah
Teruslah Menulis MENJADIKAN Catatan SEJARAH (Odi Shalahuddin) Sekali Lagi, Menulislah Untuk kesekian kali, saya harus menyatakan keyakinan bahwa menulis adalah soal kebiasaan. Sesuatu yang menjadi kebiasaan, kecenderungannya akan mengalir begitu saja, kadang tanpa kita sadari. Bila anda pengendara sepeda atau sepeda motor, cobalah anda ingat ketika anda mengayuh atau melaju dari rumah ke sekolah atau […]
Bila Tak Ada Cinta Di Kompasiana
Bila Tak Ada Cinta di Kompasiana (Odi Shalahuddin) Bila tak ada cinta di Kompasiana, saya yakin tidak akan mengalir beragam tulisan. Mengutip Kang Isjet dalam Kompasiana Blogshop di Jakarta, pada sessi akhir yang sempat saya dengar, mengatakan sekitar 800 tulisan hadir setiap hari di Kompasiana. Bukankah luar biasa? Bila tak ada cinta, pastilah tidak […]
Di Luar Acara Kompasiana Blogshop
Di luar Acara Kompasiana blogshop (Odi Shalahuddin) Kebetulan berada di dekatJakarta, maka mendengar ada acara Kompasiana Bloghshop pada tanggal 29 Oktober 2011, saya berniat untuk hadir. Bukan untuk mengikuti acara tersebut, lantaran memang tidak terdaftar, tapi untuk bisa bertemu dengan para kompasianer. Terbayang wajah Pak Thamrin, Omjay, Katedra, yang selama ini sering bersapa melalui tulisan. […]
Sekedar Catatan-catatan Saja
Sekedar Catatan-catatan Saja (Odi Shalahuddin) Adakala malas menulis, juga malas membaca Adakala malas menulis, membaca saja Adakala menulis tanpa ada karya Adakala menulis karya-karya tanpa makna Adakala menulis dengan rasa, jadi karya, diberi makna Adakala menulis biasa dianggap luar biasa Adakala ya, adakala, di kala engkau suka menabur cahaya Menganggap luar biasa padahal biasa-biasa […]
Saya Tidak Percaya dengan Tips Penulisan
Odi Shalahuddin Media online, memiliki karakteristik yang sama sekali berbeda dengan media cetak. Saya kira, berdasarkan pengamatan dengan keterbatasan yang saya miliki, sehingga penilaian menjadi bersifat obyektif, sampai saat ini tampaknya belum ada yang merumuskan tips-tips penulisan di media online secara sistematis. Berbagai tips-tips yang banyak terposting di kompasiana, menurut saya lebih banyak tips penulisan […]
Hm, ada Fiksiana
Janji itu telah tertepati. Sebuah kanal di Kompasiana berisi fiksi, telah menyapa kita hari ini. Fiksiana, demikian namanya. Nama yang diusulkan oleh para kompasianer, ketika admin meminta pandangan dalam satu postingan. Demikian pula rubrik-rubrik yang ada, telah menampung usulan para kompasianer juga. Walau tertunda dari rencana akan diluncurkan bulan Juli, bukankah lebih baik terlambat daripada […]
Selamat, Fiksi Segeralah Menyingkir
Rubrik Sosbud di Kompasiana menjadi rubrik paling banyak dikunjungi, bahkan mengalahkan Halaman Muka! Rubrik Fiksi turun jauh di bawah Teknologi. (sumber: Alexa.com) Berawal dari status Facebook dari Bung Isjet atawa Iskandar Zulkarnaen seperti saya kutip di atas mendorong saya untuk melihat data di Alexa dan mendorong pula lahirnya tulisan ini. Ya, benarlah informasi yang dikemukakan oleh oleh […]
Mencurigai Diri Sendiri
Odi Shalahuddin Saya putuskan untuk berhenti menulis dulu. Saya harus meyakinkan diri dan mengetahui persis, apa sebenarnya yang ada dalam diri sendiri. Saya melihat ada perkembangan yang tidak beres. Saya harus mencurigai. Saya harus melakukan investigasi. Saya harus mendapatkan data dan informasi yang valid agar keputusan bisa tepat. Satu-satunya jalan adalah berhenti menulis dulu. Buat […]
Daftar Tulisan Tidak Bermutu dan Tidak Bermanfaat
Odi Shalahuddin Admin Kompasiana memiliki tiga kekuasaan penuh untuk mengatur halaman muka, katakanlah begitu. Sisihkan dulu tentang kriteria-kriteria yang pernah diposting oleh admin, yang pada prakteknya bisa dikatakan tidak menjadi patokan kerja lagi bagi admin. Protes tentang hal ini, yang pernah marak terjadi beberapa waktu lalu, lenyap sudah. Lantas berlangsunglah, seperti diamini, bahwa itu […]
Ketika Admin Bermain-main
Odi Shalahuddin Berulang kali saya mencoba menulis, berulang kali pula saya hapus. “Ah, soal kayak begini, buat apalah ditulis. Tidak akan banyak pengaruhnya,” demikian saya mencoba menentramkan hati. Akhirnya lahir pula satu tulisan: Masa lalu, biarlah berlalu, yang saya posting tanggal 2 September 2011. Setidaknya mengurangi beban di kepala dan hati. Tapi masih saja ada […]
Masa Lalu, Biarkanlah Berlalu
Odi Shalahuddin Sudah satu tahun lebih saya berada di kompasiana. Secara personal, saya telah mengalami berbagai rasa yang tidak bisa saya pungkiri. Ada masa saat sangat bergairah, terasa tak pernah mati dengan nafsu besar untuk selalu hadir setiap hari dengan beberapa tulisan, hati berbunga-bunga ketika tulisan banyak terbaca dan mendapatkan apresiasi dengan kehadiran komentar para […]
Suara Warga di Kompasiana
Odi Shalahuddin Inilah Kompasiana, memang sangat luarbiasa. Sudah banyak anggotanya, tujuhpuluh ribu lebih jumlahnya. Kau hanya satu diantaranya. Pastilah sangat terpesona, sehingga setia menggumulinya. Mencuri waktu dalam kerja, sekedar mengintipnya, atau menyelipkan karya-karya. Ada rasa, ingin selalu membuka, bayang-bayang senantiasa menggoda. Bila tak sempat, ah, alangkah sakit rasanya. Merasa sangat menderita. Segala jenis tulisan ada. […]
Fiksi Surat Cinta Tidak Bermutu
Odi Shalahuddin Fiksi Surat Cinta memang berbeda dengan Festival Fiksi Kompasiana dan Malam Prosa Kolaborasi. Pada dua acara sebelumnya yang digagas oleh para Kompasianer, penulis wajib berkolaborasi. Sedangkan untuk Fiksi Surat Cinta, aturan yang diterafkan haruslah dibuat sendiri, bukan kolaborasi. Acara yang berlangsung dari tanggal 13 Agustus 2011 pukul 20.00 hingga tanggal 14 Agustus 2011 […]
Kompasiana Adalah Candu
Odi Shalahuddin Rokok itu tidak enak. Bila belum pernah, jangan sekali-kali mencobanya. Bila engkau mencoba pertama kali, maka engkau akan terbatuk-batuk. Bila engkau bertahan mencoba, dan mencoba lagi, maka pada saat terbatuk-batuk-pun enggan rasanya engkau melepas sebatang rokok dari jemarimu dan memainkan asap-asapnya. Hingga kegilaan-pun dimulai. Saat tengah malam buta dan mungkin saat hujan deras, […]
Saya itu Penulis Pemalas
Odi Shalahuddin Sebagai orang yang senang menulis, saya itu pemalas. Saya cuma bisa curhat. Bercerita tentang apa yang dialami, dirasakan dan dipikirkan. Lalu ditulis. Mengalir saja. Ketika merasa selesai, ya sudah. Lalu posting. Lalu menulis lagi. Begitu, biasanya. Saya menyadari bahwa kebiasaan itu jelek. Tapi lantaran sebagai pemalas, saya tetap membiarkan kebiasaan jelek itu terus […]
Saya Menulis, Kritiklah Tulisan Saya
Odi Shalahuddin Saya menulis. Menulislah. Menulis apa yang hendak saya tulis. Tentu saja saya sadar bahwa setiap menulis, selalu tidak pernah berada dalam ruang kosong. Ketika kata-kata muncrat dari benak, dan tertangkap, lalu jemari menuangkannya membentuk kata, membentuk kalimat, membentuk satu tulisan, maka sadar atau tidak sadar, ada referensi yang menyelinap. Kadang saya menulis untuk […]
Mau Menulis
Odi Shalahuddin “Kamu kok nulis terus sih? Mau buat buku ya?” “Enggak” “Alah, ngaku ajalah. Jujur gak dosa kok. Siapa tahu nanti bisa Bantu,” “Beneran. Enggak. Cuma lagi senang menulis saja,” “Lalu buat apa kamu menulis?” ”Ya, karena suka,” “Masak hanya suka menulis, lalu menulis terus,” ”Beneran kok. Kenapa sih kamu hanya berprasangka,” ”Bukan, cuma […]