Tag Archive | odi shalahuddin
Membaca Puisi-puisi Wiji Thukul, Melawan Lupa Menjaga Semangat Perlawanan
Malam itu gerimis masih menyapa. Ada ketegangan saat waktu hampir menunjukkan pukul 19.30. Kontak dengan beberapa kawan, semua menyatakan masih dalam perjalanan. Ya, malam itu, 19 Mei 2013, diriku telah menyatakan kesanggupan menjadi salah seorang tuan rumah yang akan disinggahi oleh Susilo Adinegoro, yang tengah melakukan perjalanan keliling kota yang disebutnya sebagai ”Ziarah Kebudayaan”. ”Ini […]
Angger Jati Wijaya: Desimbolisasi Masih Mengancam Para Aktivis
“Kita tentunya teringat pada Muhammad Safrudin atau Udin di wilayah jurnalistik, Marsinah di ranah perburuhan, dan sejumlah aktivis pro demokrasi lainnya yang telah dihilangkan secara paksa yang hingga saat ini tidak diketahui rimbanya, tanpa mendapatkan kepastian berada di mana. Tindakan-tindakan terhadap mereka adalah sebagai upaya de-simbolisasi yang dilakukan oleh rejim penguasa Otoritarian militeristik,” demikian dikatakan […]
Mencatat Sejarah Negeri
MENCATAT SEJARAH NEGERI Puisi Odi Shalahuddin kini, di tengah hiruk pikuk ini, masih saja me-raja sepi,perjalanan sejarah tentang sebuah negeri haruskah mengulang berjuta mimpi? kata, memang bermuncratan, torehkan noda di segenap busana, dipermainkan berjuta cahaya, dengan segala gaya, seakan tercipta sorga-sorga sehingga banyak terlupa, tentang negeri sesungguhnya. saat dalam diam beratus tahun dengan gejolak hati, […]
Menuju Mbay, Ibukota Nagekeo (3)
Menuju Mbay, Ibukota Nagekeo (3) Keluar dari jalan Bandara, kami berbelok ke arah kiri, melewati wilayah perkotaan, lalu menyusuri Pantai Selatan pulau Flores dengan tebing-tebing di bagian kanan. Pemandangan yang indah untuk dinikmati kala senja, bercampur kengerian melintasi jalan yang sempit, lantaran masih ada perbaikan jalan, penuh dengan kelokan-kelokan tajam, dengan jurang-jurang yang seringkali tanpa […]
Menuju Mbay, Kabupaten Nagekeo (2)
Menuju Mbay, Kabupaten Nagekeo (2) Tiba di Bandara Udara H. Hasan Aroeboesman, kabupaten Ende. Ende? Secara spontan terlintas di kepala sosok nama Gorys Keraff dengan buku-bukunya yang diterbitkan oleh Penerbit Nusa Indah, Ende. Buku-buku yang menjadi bahan bacaan wajib bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya yang tentu saja para mahasiswanya tidak asing dengan nama itu. Juga […]
Puisi: Indonesia, Manusia dan Binatang
bila indonesia adalah manusia ia adalah sosok modern masa kini penuh obsesi dan bermain dalam mimpi berkubang iklan, berkeramas hutang tubuhnya penuh asesoris tumbuhan dan hewan berlenggak-lenggok di mall-mall, sambil kerlingkan mata ia ada, tapi bukan lagi menjadi dirinya bila indonesia adalah binatang ia laksana kerbau yang tak pernah ke sawah bertubuh besar, lambat jalannya, […]
Revolusi !
REVOLUSI Revolusi! Ibunda bukan sekedar hamil tua, tapi sudah melahirkan raksasa kembar lima. Panji-panji telah dikibarkan. Sorga telah diciptakan. Mimpi-mimpi, telah bisa dihadirkan. Masa depan telah direnggutkan. Menjadi sekarang! Lihatlah gedung-gedung menjulang, jalan melayang-layang, jutaan kendaraan bersiweran, dengan berjuta iklan bertebaran, ditengah kehidupan orang-orang sibuk bukan sekedar mencari makan, melainkan biar bisa dianggap terpandang. […]
Pagi, Terbuka Mata, Saat Cahaya Matahari Beranjak Meraja
PAGI, TERBUKA MATA, SAAT CAHAYA MATAHARI BERANJAK MERAJA kendati tiada mimpi singgah semalam iringi perjalanan lelap saat diri berebah tanpa peduli dengan detak detik waktu, penghentian sejenak yang mampu segarkan jiwa raga, dan kini, mata terbuka, tatkala cahaya menyelusup lewat kisi jendela, menghantam ke muka, memang harus segera terjaga. layar-layar pada televisi dan layar komputer […]
Prostitusi Anak di Jawa Tengah
PROSTITUSI ANAK DI JAWA TENGAH Propinsi Jawa Tengah secara administratif merupakan sebuah propinsi yang ditetapkan dengan Undang-undang No. 10/1950 tanggal 4 Juli 1950. Sebagai salah satu Propinsi di Jawa, letaknya diapit oleh dua Propinsi besar, yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur. Letaknya 5o40′ dan 8o30′ Lintang Selatan dan antara 108o30′ dan 111o30′ Bujur Timur (termasuk […]
Menyoal Kekerasan dan Penghukuman Fisik di Sekolah (4)
Menyoal Kekerasan dan Penghukuman Fisik di Sekolah (4) STUDI PBB TENTANG KEKERASASN TERHADAP ANAK Kasus-kasus kekerasan terhadap anak memang tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Banyak negara masih melakukan praktek-praktek kekerasan terhadap anak, termasuk yang terjadi di sekolah-sekolah. Pada persidangan ke 61, Majelis Umum PBB telah menerbitkan dokumen A/61 tertanggal 23 Agustus 2006 mengenai Laporan […]
Menyoal Kekerasan dan Penghukuman Fisik di Sekolah (1)
Untuk kesekian kali, kasus dugaan penghukuman fisik kembali terjadi. Ini dialami oleh seorang anak perempuan berumur delapan (8) tahun yang duduk di kelas tiga SD di kawasan Jakarta Utara. Pelakunya adalah salah seorang guru di sekolah tersebut. Peristiwanya terjadi di akhir Agustus. Korban mengaku dipukul karena dianggap tidak mengerjakan PR. Kepada Kompas.com (di SINI) korban […]
Puisi: Semua Kuasa, Sama Saja
SEMUA KUASA, SAMA SAJA (Catatan senja) bukan prasangka, apalagi fitnah semata kekuasaan selalu menghadirkan luka’ pengorbanan hanya milik rakyat jelata atas nama-atas nama, sama saja senantiasa dikisahkan tentang sorga padahal di sela perjalanan mengancam bencana ayo, jangan cepat terpana dalam buaian berbagai kata di panggung kampanye terbuka apalagi dalam serangan gerilya atau gosip-gosip dunia maya […]
Bagi Wiji Tukul: Suaramu Tetap bergema
Suaramu Tetap Bergema Bagi: Wiji Thukul kata-kata bukan sekedar kata saat kau bicara tentang realita bahwa para penguasa dan pengusaha telah merampok tanah air, membangun berjuta luka kata-kata bukan sekedar kata saat engkau tak bosan bersuara merobek dinding, bertindak nyata bersama kaum pinggiran, berjuang tuk berdaya kata-kata benarlah menjadi senjata sungguh, aku percaya, ini bukan […]
Sastra Bulan Purnama 11: Orang-orang Teater Membaca Puisi
”Teater dan puisi dua hal yang berbeda. Teaterawan dan penyair dua hal yang tak sama. Tidak semua teaterawan adalah penyair, demikian pula sebaliknya. Tetapi kita bisa menemukan seorang penyair sekaligus aktor dan sutradara teater, misalnya Rendra, atau yang lebih muda Landung Simatupang,” demikian dinyatakan oleh Ons Untoro pada pengantar buku kumpulan puisi: Sastra Bulan Purnama […]
Para Aktor Berpuisi dalam Sastra Bulan Purnama edisi 11
Orang-orang Teater Membaca Puisi, demikian tajuk acara Sastra Bulan Purnama edisi ke 11 yang berlangsung pada tanggal 3 Agustus 2012 di Rumah Budaya Tembi, Jln. Parang Tritis, Bantul. Sebagaimana nama acara, kegiatan ini berlangsung rutin setiap sebulan sekali saat malam purnama. Tercatat sebelas aktor yang tampil membacakan puisi-puisi karyanya sendiri, yakni (berdasarkan urutan abjad) Agus […]
Membebaskan Pariwisata dari Seks Anak
Pada minggu pertama Juli 2012, seorang kawan yang berhalangan hadir meminta saya untuk menggantikan dirinya mengikuti Rapat Koordinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah dalam rangka Pelaksanaan Kegiatan Pencegahan Eksploitasi Seksual Anak di lingkungan Pariwisata. Saya kira ini sangat menarik, sehingga tanpa berpikir panjang saya menyanggupinya. Bukankah selama ini persoalan prostitusi anak atau eksploitasi seksual […]
Proses Kreatif Endah Raharjo
Pengantar Endah Raharjo, salah satu penulis fiksi dengan karya-karyanya yang memikat rasa para pembacanya. Kisah-kisahnya lekat dengan keseharian, namun melalui imajinasi dan pilihan kata-katanya yang jernih, ia bisa menghanyutkan pembacanya. Sebagai sosok Perempuan yang sudah melewati setengah abad, dengan seabrek pengalaman bekerja pada kelompok-kelompok marginal di Indonesia dan Negara lain, serta pengalaman-pengalaman yang tampaknya tercatat […]
Dari Jalanan Menjadi Rumahan
Kenangan ketika tinggal dan berinteraksi bersama anak-anak jalanan pada masa lalu di tahun 1990-an hadir bagaikan potongan-potongan film. Membandingkan dengan anak jalanan pada masa kini, memang ada perbedaan yang menonjol. Pada masa itu, anak-anak dari berbagai wilayah berhimpun di satu kota. Mereka memenuhi ruang-ruang publik. Mengarungi hari demi hari di seputar jalanan. Seperti pepatah: […]
Fiksi online = Fiksi Jempol (catatan saat Launching Novel Senja di Chao Phraya)
Pengantar Sebelumnya saya ucapkan selamat atas terbitnya Novel “Senja di Chao Phraya” karya Endah Raharjo, yang telah saya kenal sejak lama, namun baru berjumpa fisik pada hari ini. Sungguh sangat berbahagia, mendapat kepercayaan darinya untuk hadir dan turut melontarkan pandangan sebagai pengantar diskusi dalam acara launching novel ini. Ruang pertemuan yang terjadi, berkat dunia […]
Perlindungan PRT, Sudah Menjadi Keharusan
”Saya sudah empat tahun menjalani sebagai PRT yang memiliki kontrak kerja. Saya menempatkan diri bekerja sesuai dengan kontrak yang ada. Tapi memang berbeda. Kalau majikan hendak pergi, walaupun kita libur, mereka bisa menitipkan anaknya pada kita. Tapi tidak mungkin, bila kita yang memiliki urusan keluar, menitipkan anak kepada majikan. Saya sih, tetap berpatokan pada kontrak […]
JPPRT tuntut Indonesia meratifikasi Konvensi ILO 189 dan segera Mengesahkan UU Perlindungan PRT
Salah satu aksi JPPRT tahun 2010 “Lahirnya Konvensi ILO 189 mengenai kerja Layak bagi PRT pada tanggal 16 Juni 2011 di Jenewa, Sitzerland menjadi sejarah baru untuk dunia yang lebih beradab dan berkeadilan bagi 100 juta PRT di dunia yang mayoritas Perempuan, termasuk lebih dari 10 juta PRT yang bekerja di Indonesia dan lebih dari […]
Surat untuk Pacar #5
KITA BELAJAR DARI KEHIDUPAN, JENG SRI Kenikmatan hidup adalah penghayatan terhadap hidup itu sendiri. Tiada rasa sakit. Tiada penderitaan bila kita menikmati rasa sakit itu sendiri. Dalam hidup selalu ada dua sisi yang bertentangan, dari masing-masing sisi-sisi itu terdapat dua pertentangan lagi, begitu seterusnya. Kita tidak dapat menghindar dari kenyataan tersebut. Pencarian kebenaran tidak akan […]
Surat untuk Pacar #4
KAU TAMPAK MANIS, JENG SRI Hoi..hoi..hoi… Telah kau mainkan sebuah lakon. Permainan nakal yang menyenangkan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Permainan yang menggemaskan. Aku terpana. Aku terpaku. Putih-putih pakaianmu. Kelihatan jelek selama ini. Tapi hari ini? Entajh siapa yang ebrubah. Aku melihatmu lebih anggun. Lain dari biasanya. Aku senang. Kau menang. Aneh. Benar-benar aneh. Keberanian […]
Surat untuk Pacar #3
Yang ter … Sri Sulandari Definisi apa yang terbaik dari beragam definisi yang dibuat orang tentang cinta? Tiada yang tunggal. Hal yang sangat wajar dan manusiawi sekali. Pemikiran seseorang dari pengalaman yang diendapkan yang melahirkan kesimpulan. Tidak bisa kita menyandarkan pada satu definisi saja. Bisa menyesatkan. Suatu yang manusiawi pula bila kitapun ikut memberikan definisi. […]
Suatu Perubahan, Jeng Sri
SUATU PERUBAHAN, JENG SRI (KEMANA KITA KAN MELANGKAH) Penentuan arah hidup, ditentukan oleh tangannya sendiri. Tertancap prinsip dasar sebagai bekal mengarungi lautan tak terbatas. Akulah aku! Suatu sikap egois yang dapat dibenarkan untuk menanamkan kepercayaan pada kemampuan sendiri. Kita saling bergantung sama lainnya. Keseimbanganlah yang diperlukan antara diri dengan faktor di luar kita. Begitulah. Mudah-mudahan […]
Aku Merasa Gila, Jeng Sri
AKU MERASA GILA, JENG SRI Menyambutlah hari-hari dengan senyum. Waktu yang terlewati yang berbekas. Menjulanglah angan-angan. Berguguranlah kesedihan-kesedihan. Datanglah menjelang. Datanglah awal. Datanglah segala-segala yang dingin. Begitu kedinginan. Namun hari-hari bukan milik kita. Hari-hari belum berpihak penuh. Ada baik memang. Tapi tak kuasa kita menghitung detik demidetik. Tak kuasa kita angan yang memanggil. Tak kuasa […]
Cerpen: Supar
SUPAR Cerpen: Odi Shalahuddin Supar. Tubuh kurus berkulit hitam. Sinar mata tak bergairah. Bagai bunga layu. Empat belas tahun usianya. Selama ini dikenal sebagai sosok yang pendiam. Bergerak juga terlihat lamban. Tapi kini? Supar berdiri tegak. Sorot matanya tajam mengandung amarah. Kata-katanya menggelegak: ”bapak-bapak yang budiman. Apa salah kami? Kami bukan kawanan maling!” Kawan-kawannya […]