Apresiasi
Jangan Panggil Aku China !
“Jangan panggil aku China! Panggil Aku Fang Yin Fang Yin” Sambil mengibaskan kipasnya, Fang Yin dengan mengenakan pakaian tradisional China menyatakan secara tegas. Ya, Fang Yin telah tinggal di Amerika, di Los Angeles tepatnya, setelah Mei yang legam bergelimang kerusuhan, dan ia menjadi salah satu korbannya. “Bagaimana mungkin kamu dan kalian semua bisa perkosa aku […]
Proses Kreatif Endah Raharjo
Pengantar Endah Raharjo, salah satu penulis fiksi dengan karya-karyanya yang memikat rasa para pembacanya. Kisah-kisahnya lekat dengan keseharian, namun melalui imajinasi dan pilihan kata-katanya yang jernih, ia bisa menghanyutkan pembacanya. Sebagai sosok Perempuan yang sudah melewati setengah abad, dengan seabrek pengalaman bekerja pada kelompok-kelompok marginal di Indonesia dan Negara lain, serta pengalaman-pengalaman yang tampaknya tercatat […]
Fiksi online = Fiksi Jempol (catatan saat Launching Novel Senja di Chao Phraya)
Pengantar Sebelumnya saya ucapkan selamat atas terbitnya Novel “Senja di Chao Phraya” karya Endah Raharjo, yang telah saya kenal sejak lama, namun baru berjumpa fisik pada hari ini. Sungguh sangat berbahagia, mendapat kepercayaan darinya untuk hadir dan turut melontarkan pandangan sebagai pengantar diskusi dalam acara launching novel ini. Ruang pertemuan yang terjadi, berkat dunia […]
Cerminan Wajah Anak Indonesia dalam ”Yusra dan Yumna” (3): Akta Kelahiran
Cerminan Wajah Anak Indonesia dalam ”Yusra dan Yumna” (3) AKTA KELAHIRAN Satu hal yang membuat saya terpana adalah saat Yumna yang tengah menjadi Shira, membuka map berisi dokumen di kamar Eyang Layla. Ia yang penasaran terhadap Shira yang mirip sekali dengan dirinya dan memunculkan dugaan tentang kemungkinan ada pertalian saudara, menemukan salinan akta kelahiran Setia […]
Cerminan Wajah Anak Indonesia dalam ”Yusra dan Yumna” (2): Anak dalam Situasi Bencana
Cerminan Wajah Anak Indonesia dalam ”Yusra dan Yumna” (2) ANAK DALAM SITUASI BENCANA Gempa bumi dahsyat berkekuatan 9,3 SR yang diikuti dengan tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004, merupakan bencana besar yang tidak akan terlupakan. Tsunami yang melanda negara-negara lainnya, telah mengakibatkan sekitar 230,000 orang meninggal dunia di delapan negara. Kota-kota luluh lantak. Orang-orang […]
Cerminan Wajah Anak Indonesia dalam “Yusra dan Yumna” (1): Anak-anak “Hilang”
Cerminan Wajah Anak Indonesia dalam “Yusra dan Yumna”: ANAK-ANAK “HILANG” Mega Sinetron ”Yusra dan Yumna” produksi SinemArt besutan sutradara Gita Asmara yang ditayangkan di RCTI sejak tanggal 19 Pebruari 2012 akhirnya menjadi tontonan yang sering tidak saya lewatkan kecuali memang ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan atau dirubah waktunya. Terus terang, saya mulai menonton […]
Mega Sinetron “Yusra dan Yumna” di Mata Penonton
MEGA SINETRON “YUSRA DAN YUMNA” DI MATA PENONTON Terus terang saat ini saya lagi gandrung menonton sebuah Mega Sinetron: Yusra dan Yumna . Padahal selama ini sudah teramat jarang menonton televisi, apalagi sinetron. Saya kira ini terprovokasi oleh promosi di facebook yang dilakukan seorang rekan, Pak Ajinatha (heh.e.h.e.h.e.e), yang juga terlibat dalam produksi sinetron itu. […]
Fiksi Sampah Membangun Gairah
Saya sudah lupa kapan pertama kali belajar menulis. Tapi yang pasti saya ingat, tulisan pertama adalah sebuah puisi. Puisi yang dikomentari oleh Bapak dan masih terngiang hingga saat ini, sehingga menjadi malu rasanya bila mengingat. Menulis masih saya lakukan saat SMP dan SMA, berupa puisi, cerpen, dan reportase. Tulisan yang juga harus ditulis karena aktif […]
Bukan Mimpi, Bukan Pula Imajinasi: Kopdar Desa Rangkat
BUKAN MIMPI, BUKAN PULA IMAJINASI: KOPDAR DESA RANGKAT Odi Shalahuddin Pergaulan dalam dunia maya. Sapa, canda, caci-maki, diskusi, ekspresi, bebas merdekalah, semua ada. Walau belum bertatap muka, sering terasa sebagai saudara. Jejaring sosial semacam Facebook, walau kini tampaknya mulai banyak yang tidak mencandu seperti awal bertemu, tentulah sudah banyak berjasa, menemukan para sahabat lama, yang […]
Bukan Sastrawan, Jangan Menyingkir
Bukan Sastrawan, Jangan Menyingkir (Odi Shalahuddin) Kanal Fiksiana terasa semakin hidup. Kritikan-kritikan yang terlahir, dengan beragam caranya, sadar atau tidak sadar, sesungguhnya telah menumbuhkan semangat bagi para penulis di fiksiana untuk meningkatkan kualitas karyanya. Sungguh, saya sangat yakin tentang hal itu, walau pada torehan komentar sering mengelak atau terkesan “menyerang balik” sang pengkritik. Berbahagialah kita, […]
Ketika Apresiasi terhadap Fiksi Kompasiana mulai Bermunculan
Ketika Apresiasi terhadap Fiksi Kompasiana mulai Bermunculan (Odi Shalahuddin) Berhamburan puluhan ribu karya fiksi para kompasiana yang terus mengalir tiada henti setiap harinya dalam beragam bentuknya. Walaupun tidak melakukan penghitungan, saya kira terbesar adalah puisi, disusul cerita pendek dan cerita mini, lalu dongeng dan cerita bersambung atau novel. Drama tidak masuk dalam perhitungan saya, karena […]
Coretan Instan, Menyinggung Lagi Sastra Instan
Coretan Instan, Menyinggung Lagi Sastra Instan (Odi Shalahuddin) Pandangan atau penilaian yang dilontarkan oleh Hilda @ saya kira sangat berhasil merebut perhatian dari para kompasianer, utamanya yang biasa bergelut di kanal Fiksiana. Reaksi yang bermunculan, baik yang pro, kontra ataupun mengambil jalan tengah, menunjukkan gairah berkarya yang sangat tinggi di Kompasiana. Hal ini bisa terlihat […]
Menyapa Hilda tentang Sastra Instan di Kompasiana
Menyapa Hilda tentang Sastra Instan di Kompasiana (Odi Shalahuddin) Dini hari, mata saya terpaku pada postingan Hilda @hammer City (Ketika Produk Sastra Instan Membanjiri Kompasiana), yang sesaat kemudian langsung dimasukkan oleh admin ke highlight (bersama satu tulisan lain) melompati puluhan tulisan lain dengan rentang waktu dua jam setengah dari status highlight sebelumnya dan posisi highlight […]
Fiksi Surat Cinta Tidak Bermutu
Odi Shalahuddin Fiksi Surat Cinta memang berbeda dengan Festival Fiksi Kompasiana dan Malam Prosa Kolaborasi. Pada dua acara sebelumnya yang digagas oleh para Kompasianer, penulis wajib berkolaborasi. Sedangkan untuk Fiksi Surat Cinta, aturan yang diterafkan haruslah dibuat sendiri, bukan kolaborasi. Acara yang berlangsung dari tanggal 13 Agustus 2011 pukul 20.00 hingga tanggal 14 Agustus 2011 […]
Mengapa Saya Menulis Fiksi ?
Odi Shalahuddin Mengapa saya menulis fiksi? Bila itu ditanyakan kepada saya, agak susah bagi saya untuk menjawabnya, walau banyak kata untuk menyatakannya. Tapi, terus terang pada saat ini saya terus berusaha membangkitkan kecintaan terhadap fiksi. Apalagi sejak SD saya suka menulis yang saya sebut sebagai puisi. Kemudian berkembang pada penulisan cerita pendek. Maksud hati ingin […]
Di Jurnalisme Warga Kok Nulis Fiksi
Oleh: Odi Shalahuddin “katanya sering nulis?” “Ya, “Di mana?” ”Kompasiana” ”Wah, hebat dong. Punya kompas, ya?” ”Iya” ”Nulis apa?” ”Prosa, seringkali puisi,” ”Loh..?!” ”Kenapa?” ”Katanya citizen jornalism,” ”Ya, memang,” ”Kok?” ”Maksudnya? ”Kok prosa dan puisi. Itu kan fiksi,” ”Kenapa? Aneh?” ”Jurnalisme warga menurut wikipedia adalah kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, […]
Bangkitkan Imajinasimu,Menulislah Walaupun Fiksi
Oleh: Odi Shalahuddin Bersyukurlah, sebagai manusia kita memang diciptakan sangat sempurna. Pada perjalanan hidup, kita tidak hanya mengandalkan pada insting belaka, seperti halnya para makhluk-makhluk bernama hewan. Sungguh sial para tetumbuhan, ia hanya dihadirkan di satu tempat, tanpa mampu bergerak apalagi bertindak, kecuali menyebarkan serbuk atau tunas-tunasnya agar kelangsungan hidupnya dapat terjaga. Itupun dibawah bayang-bayang […]
[Desa Rangkat] Kompasiana, Saya dan Desa Rangkat
Bermula dari isu fiksi sampah yang dilontarkan AH yang membuat gerah para kompasianer khususnya yang biasa bergelut di bidang fiksi. Apabila AH menggunakan istilah “sampah” untuk memancing reaksi, maka ia telah berhasil. Keberhasilan ini seandainya diikuti oleh dialog yang produktif, tentunya akan menghasilkan banyak manfaat bagi siapapun (kompasianer) yang mengikuti proses tersebut. Sayangnya, AH tidak […]