SASTRA DAN BUDAYA

Membaca Indonesia dalam Puisi dan Orasi di Rumah Budaya Tembi

Membaca Indonesia dalam Puisi dan Orasi di Rumah Budaya Tembi

Bulan Mei, bagi bangsa Indonesia merupakan bulan bersejarah. Sejarah pencerahan sekaligus juga sejarah kelam. Berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo dan didirikan oleh Dr. Sutomo bersama Gunawan Mangoenkoesoemo dan Soeradji, dinilai menjadi cikal bakal gerakan kemerdekaan Indonesia. Tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.   15 tahun […]

Puisi: Perang Tak Berkesudahan

Puisi: Perang Tak Berkesudahan

PERANG TAK BERKESUDAHAN Perang ini, Sudah ada sejak engkau belum lahir Juga sebelum orangtuamu ada Perang ini, Dulu menggunakan senjata sederhana Berhadap-hadapan dan saling membunuh Perang ini, Semakin canggih saja senjata dipunya Saling mengintai, jarak jauh dan bermain tombol Perang ini, Masih ada hingga sekarang Berlangsung secara terbuka dan diam-diam Orang terluka dan mati tetaplah […]

Puisi: Dunia Oh Dunia

Puisi: Dunia Oh Dunia

hidup sekarang tambah enak, sekaligus tambah ruwet, bisa menjelajah dunia tanpa bergerak, sering lupa terhadap apa yang dipijak, kendati dinding terlihat kokoh, sesungguhnya bagai kaca belaka kamera senantiasa menangkap gerak-gerik lalu cepat tersebar kabar ke seluruh penjuru dunia tanah terjajah, aspal mengeras, gedung menjulang bangun pesona sedang orang-orang di dalamnya seperti kesurupan menikmati hidupnya yang […]

Puisi: Kami Bertanya Padamu

Puisi: Kami Bertanya Padamu

KAMI BERTANYA PADAMU Kami bertanya padamu Apa niat terlibat dalam pertarungan perebutan suara Agar kursi-kursi parlemen dapat terduduki? Kepentingan pribadi? Kepentingan partai? Atau memang untuk mengabdi pada negeri ini? Kami bertanya padamu, Senjata apa yang engkau persiapkan agar tangan tergerak mencontreng wajahmu dana tanpa batas? Suara menebar janji? Atau telinga untuk mendengar aspirasi? Pesta lima […]

Puisi: Ocehan Pagi

Puisi: Ocehan Pagi

OCEHAN PAGI anak-anak berlarian di pematang, berkubang lumpur, mandi di sungai, dengan tawa riang, menikmati alam sekitar, masih adakah? suara burung telah lirih, jengkerik sembunyi, tanah mengeras, konser musik gesek pepohonan bambu yang dimainkan angin, semua tinggal kenangan? jaman memang telah berubah, tatkala anak-anak mulai diasingkan dengan kawan dan alam sekitar, bercumbu sendiri membuka jendela […]

Puisi: Kita Cinta Kekerasan

Puisi: Kita Cinta Kekerasan

KITA CINTA KEKERASAN  Akuilah, kita pernah bermimpi Menjadi orang yang bisa jaga diri Sehingga ancaman bisa terhindari Akuilah, kita pernah bermimpi Menjadi pahlawan dalam kegelapan ini Tatkala berjuta cahaya bersembunyi Bagai bocah yang menjadi jagoan Setelah keluar dari bioskop menonton film kungfu Atau kisah hero pejuang peperangan Gaya berjalan-pun jadi beda rasanya Sebagian kita, ada […]

Kita Cinta Kekerasan

Kita Cinta Kekerasan

KITA CINTA KEKERASAN Puisi Odi Shalahuddin Akuilah, kita pernah bermimpi Menjadi orang yang bisa jaga diri Sehingga ancaman bisa terhindari Akuilah, kita pernah bermimpi Menjadi pahlawan dalam kegelapan ini Tatkala berjuta cahaya bersembunyi Bagai bocah yang menjadi jagoan Setelah keluar dari bioskop menonton film kungfu Atau kisah hero pejuang peperangan Gaya berjalan-pun jadi beda rasanya […]

Mencatat Sejarah Negeri

Mencatat Sejarah Negeri

MENCATAT SEJARAH NEGERI Puisi Odi Shalahuddin kini, di tengah hiruk pikuk ini, masih saja me-raja sepi,perjalanan sejarah tentang sebuah negeri haruskah mengulang berjuta mimpi? kata, memang bermuncratan, torehkan noda di segenap busana, dipermainkan berjuta cahaya, dengan segala gaya, seakan tercipta sorga-sorga sehingga banyak terlupa, tentang negeri sesungguhnya. saat dalam diam beratus tahun dengan gejolak hati, […]

Puisi: Anak Jalanan

Puisi: Anak Jalanan

Anak Jalanan Odi Shalahuddin Masih adakah mimpi-mimpi panjang Sebagai penggerak laku menuju perubahan Kendati bergayut pada udara beracun Dan dihempaskan oleh dinding-dinding kota yang beku Menghampar tempat istirahat dalam segenap ruang Dibawah todongan panas-dingin, dan pentungan! Ya, masih adakah mimpi-mimpi panjang? Dalam lantunan nyanyian dengan gitar usang Tentang kemiskinan dan ketidakadilan Juga tentang rasa cinta, […]

Puisi: Hukum dan Keadilan

Puisi: Hukum dan Keadilan

Hukum dan Keadilan Odi Shalahuddin (1) Tutup mata, Juga tutup hati Maka, percuma saja Timbangan itu Sudah diperiksa, belum? (2) Bukan benar, bukan salah Tergantung opini terbangun Terpenting, pandangan hakim Gerilya! (3) Saling tersandera Siapa kena Cuma apes (4) Bernyanyi saat terjatuh JAHANAM jadi pahlawan! (5) Saya kena, dia juga harus kena! (6) Tiada yang […]

Jangan Panggil Aku China !

Jangan Panggil Aku China !

“Jangan panggil aku China! Panggil Aku Fang Yin Fang Yin” Sambil mengibaskan kipasnya, Fang Yin dengan mengenakan pakaian tradisional China menyatakan secara tegas. Ya, Fang Yin telah tinggal di Amerika, di Los Angeles tepatnya, setelah Mei yang legam bergelimang kerusuhan, dan ia menjadi salah satu korbannya. “Bagaimana mungkin kamu dan kalian semua bisa perkosa aku […]

Puisi: Indonesia, Manusia dan Binatang

Puisi: Indonesia, Manusia dan Binatang

bila indonesia adalah manusia ia adalah sosok modern masa kini penuh obsesi dan bermain dalam mimpi berkubang iklan, berkeramas hutang tubuhnya penuh asesoris tumbuhan dan hewan berlenggak-lenggok di mall-mall, sambil kerlingkan mata ia ada, tapi bukan lagi menjadi dirinya bila indonesia adalah binatang ia laksana kerbau yang tak pernah ke sawah bertubuh besar, lambat jalannya, […]

Pagi, Terbuka Mata, Saat Cahaya Matahari Beranjak Meraja

Pagi, Terbuka Mata, Saat Cahaya Matahari Beranjak Meraja

PAGI, TERBUKA MATA, SAAT CAHAYA MATAHARI BERANJAK MERAJA kendati tiada mimpi singgah semalam iringi perjalanan lelap saat diri berebah tanpa peduli dengan detak detik waktu, penghentian sejenak yang mampu segarkan jiwa raga, dan kini, mata terbuka, tatkala cahaya menyelusup lewat kisi jendela, menghantam ke muka, memang harus segera terjaga. layar-layar pada televisi dan layar komputer […]

Saat Malam, Terjajah Siang, Merindu Mimpi

SAAT MALAM, TERJAJAH SIANG, MERINDU MIMPI malam, terantuk-antuk, terbutakan cahaya raungan tak pernah henti, jengkerik-pun bersembunyi duapuluhempatjam terasa tiada beda setiap putaran waktunya semakin sulit tentukan saat rebahkan diri bisalah berkata dan bertanya-tanya tentang sesuatu yang tak terpahami lagi tentang para pencoleng yang kini tertidur pulas di singgasana saat, bermimpi benar-benar menjadi mimpi Yogyakarta, 9 […]

Menari Bayang, Membelah Malam, Engkau Terpejam

MENARI BAYANG, MEMBELAH MALAM, ENGKAU TERPEJAM lintasan, menari-nari, pada malam, tanpa bulan dan bintang kamar yang menggigil, cat dinding mengelupas, lampu membisu engkau, terpejam, dalam telentang tak sempurna memainkan angan, menciptakan beragam sorga namun ragu, bahkan takut, pun tuk mengetuknya ayo, pagi segera tiba, 9 September 2012

Puisi: Semua Kuasa, Sama Saja

Puisi: Semua Kuasa, Sama Saja

SEMUA KUASA, SAMA SAJA (Catatan senja) bukan prasangka, apalagi fitnah semata kekuasaan selalu menghadirkan luka’ pengorbanan hanya milik rakyat jelata atas nama-atas nama, sama saja senantiasa dikisahkan tentang sorga padahal di sela perjalanan mengancam bencana ayo, jangan cepat terpana dalam buaian berbagai kata di panggung kampanye terbuka apalagi dalam serangan gerilya atau gosip-gosip dunia maya […]

Bagi Wiji Tukul: Suaramu Tetap bergema

Bagi Wiji Tukul: Suaramu Tetap bergema

Suaramu Tetap Bergema Bagi: Wiji Thukul kata-kata bukan sekedar kata saat kau bicara tentang realita bahwa para penguasa dan pengusaha telah merampok tanah air, membangun berjuta luka kata-kata bukan sekedar kata saat engkau tak bosan bersuara merobek dinding, bertindak nyata bersama kaum pinggiran, berjuang tuk berdaya kata-kata benarlah menjadi senjata sungguh, aku percaya, ini bukan […]

Sastra Bulan Purnama 11: Orang-orang Teater Membaca Puisi

Sastra Bulan Purnama 11: Orang-orang Teater Membaca Puisi

”Teater dan puisi dua hal yang berbeda. Teaterawan dan penyair dua hal yang tak sama. Tidak semua teaterawan adalah penyair, demikian pula sebaliknya. Tetapi kita bisa menemukan seorang penyair sekaligus aktor dan sutradara teater, misalnya Rendra, atau yang lebih muda Landung Simatupang,” demikian dinyatakan oleh Ons Untoro pada pengantar buku kumpulan puisi: Sastra Bulan Purnama […]

Para Aktor Berpuisi dalam Sastra Bulan Purnama edisi 11

Para Aktor Berpuisi dalam Sastra Bulan Purnama edisi 11

Orang-orang Teater Membaca Puisi, demikian tajuk acara Sastra Bulan Purnama edisi ke 11 yang berlangsung pada tanggal 3 Agustus 2012 di Rumah Budaya Tembi, Jln. Parang Tritis, Bantul. Sebagaimana nama acara, kegiatan ini berlangsung rutin setiap sebulan sekali saat malam purnama. Tercatat sebelas aktor yang tampil membacakan puisi-puisi karyanya sendiri, yakni (berdasarkan urutan abjad) Agus […]

Proses Kreatif Endah Raharjo

Proses Kreatif Endah Raharjo

Pengantar Endah Raharjo,  salah satu penulis fiksi dengan karya-karyanya yang memikat rasa para pembacanya. Kisah-kisahnya lekat dengan keseharian, namun melalui imajinasi dan pilihan kata-katanya yang jernih, ia bisa menghanyutkan pembacanya. Sebagai sosok Perempuan yang sudah melewati setengah abad, dengan seabrek pengalaman bekerja pada kelompok-kelompok marginal di Indonesia dan Negara lain, serta pengalaman-pengalaman yang tampaknya tercatat […]

Endah Raharjo, Penulis Novel “Senja di Chao Phraya”

Endah Raharjo, Penulis Novel “Senja di Chao Phraya”

Di Kompasiana, salah satu blog keroyokan yang beranggotakan lebih dari 100 ribu, dan di tempat itu mengalir ratusan tulisan dan ribuan komentar setiap harinya, ada salah satu penulis yang diam-diam saya kagumi. Dia adalah Endah Raharjo. Saya sangat menikmati tulisan-tulisannya. Sebagian besar tulisannya adalah fiksi, berupa cerita pendek dan puisi. Ia tercatat sebagai kompasianer sejak tanggal 20 […]

Fiksi online = Fiksi Jempol (catatan saat Launching Novel Senja di Chao Phraya)

Fiksi online = Fiksi Jempol (catatan saat Launching Novel Senja di Chao Phraya)

  Pengantar Sebelumnya saya ucapkan selamat atas terbitnya Novel “Senja di Chao Phraya” karya Endah Raharjo, yang telah saya kenal sejak lama, namun baru berjumpa fisik pada hari ini. Sungguh sangat berbahagia, mendapat kepercayaan darinya untuk hadir dan turut melontarkan pandangan sebagai pengantar diskusi dalam acara launching novel ini. Ruang pertemuan yang terjadi, berkat dunia […]

Sastra Bulan Purnama ke-10: Launching Buku Lima Penyair

Sastra Bulan Purnama ke-10: Launching Buku Lima Penyair

“Mengenali Topeng Kekasih dalam Puisi Rindu,” demikian tajuk yang diberikan pada acara Sastra Bulan Purnama yang sudah memasuki putaran ke sepuluh (10) yang akan dilangsungkan di Rumah Budaya Tembi, pada Kamis (5/7), pukul 19.30 hingga selesai. Pada acara ini,limapenyair, yang kepenyairannya tidak diragukan lagi, akan melaunching buku antologi puisi mereka masing-masing, yang diterbitkan pada tahun […]

Trilogi Sepatu dan Mahkota karya Fajar Suharno

Trilogi Sepatu dan Mahkota karya Fajar Suharno

Sebuah bangunan yang sudah tidak utuh. Sebagian besar dinding telah roboh. Pintu kayu, juga tak sempurna, beberapa bagian atas telah menghilang. Bila melihat dari depan, sebuah kotak di sudut kiri terpajang sebuah piala dan radio transistor tua berwarna hitam, radio yang pernah menjadi kebanggaan pemiliknya di masa-masa lalu. Di sudut kanan sebuah kotak dengan tinggi […]

Membaca Puisi Mengenali Diri: Para Guru Meramaikan Sastra Bulan Purnama

Membaca Puisi Mengenali Diri: Para Guru Meramaikan Sastra Bulan Purnama

Ada yang berbeda pada perhelatan Sastra Bulan Purnama putaran ke delapan (8) yang berlangsung di Rumah Budaya Tembi pada Senin (7/5). Para pengisi acara adalah para guru yang tidak semuanya adalah penyair dan untuk pertama kalinya dilakukan  ulasan atas karya-karya yang ditampilkan. Ons Untoro, selaku koordinator acara pada kata pengantarnya menyatakan bahwa dalam konteks ini, […]

Malam Chairil Anwar, Membaca Puisi Meneguhkan Hati

Malam Chairil Anwar, Membaca Puisi Meneguhkan Hati

 Cerita Buat Dien Tamaela Beta Pattirajawane Yang dijaga datu-datu Cuma satu Beta Pattirajawane Kikisan laut Berdarah laut Beta Pattirajawane Ketika lahir dibawakan Datu dayung sampan Beta Pattirajawane, menjaga hutan pala. Beta api di pantai. Siapa mendekat Tiga kali menyebut beta punya nama. Dalam sunyi malam ganggang menari Menurut beta punya tifa, Pohon pala, badan perawan […]

Malam Chairil Anwar: Seorang Binatang Jalang atau Seekor Manusia

Malam Chairil Anwar: Seorang Binatang Jalang atau Seekor Manusia

Adayang berbeda dalam penataan di pendopo dan sekitar Rumah Budaya Tembi, yang terletak di Jln. Parang Tritis KM 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul. Penataan ruang terlihat formal sebagaimana acara-acara resmi.  Limameja bundar dengan taplak biru berada di posisi depan, di pinggiran pendopo, dan ratusan kursi lainnya berada di sisi selatan, timur dan barat yang terlindungi […]