Tinggalkan komentar

Puisi: Belajar Mencintai Kekerasan

Berbeda,
Main tangan
Main senjata

Luka
Darah
Nyawa
Terobral berita

Abadi dendam
Pengulangan

Bukan hanya penjahat
Juga banyak pejabat
Dan para konglomerat
Bukan hanya rakyat jelata
Juga banyak orang kaya
Termasuk pula para tokoh agama
Senang bermain-main dengan senjata

Atas nama keteraturan
Atas nama kebenaran
Atas nama keadilan
Atas nama atas nama

Luka
Darah
Nyawa
Bangkitkan sukacita
Bagi para pemenangnya

Omong kosong engkau punya cinta
Omong kosong dunia dapat terjaga
Omong kosong pembenaran kata-kata
Semua ini adalah bencana

Tidak hanya hari ini
Anak-anak dipaksa belajar mencintai kekerasan
Saat menirunya dan berjuta kejutan menyapa

Bisa terbayang esok dunia
Janganlah lupa
Kita semua sang penciptanya

Yogyakarta, 20 Juli 2013

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: