Tinggalkan komentar

Keberagaman adalah Suatu Anugrah

Sumber foto: Indonesia Street Art Database


Keberagaman adalah suatu anugrah. Ketika perbedaan yang ada, justru membangun kerjasama yang harmonis sehingga segenap perjalanan menjadi semakin sempurna. Pada tubuh kita. Ada tangan, mata, kaki, telinga terletak di sebelah kanan dan kiri. Bagaimana bila sang Kanan tidak mau kompromi dan tidak mau bekerjasama dengan sang Kiri. Apalagi bila sang Kanan memaksa sang Kiri agar menjadi Kanan atau sebaliknya. Bisakah terbayangkan?

Rambut sama hitam, isi kepala siapa tahu, demikian sebuah pepatah. Maka, tetaplah, keberagaman berpikir dan bertindak serta berkeyakinan merupakan anugrah pula. Bila kita mengingkari hal itu, berarti kita mengingkari kekuasaan dari Yang Maha Kuasa. Ia telah menciptakan manusia secara sempurna. Diberi pikiran, sehingga mampu menyadari realitas, memproyeksikan masa depan, membangun mimpi-mimpi, dan melakukan terobosan-terobosan sehingga tercipta berbagai perubahan dalam kehidupan manusia.

Perbedaan-perbedaan yang ada, tidak perlu dipertentangkan secara tajam. Proses dialog untuk menemukan titik temu atau kesepakatan untuk tidak sepakat, yang mengedepankan kebersamaan, maka perbedaan menjadi suatu kekayaan luar biasa.

Masing-masing pihak, dalam keyakinannya, berusaha membuktikan dalam karya dan kerja untuk mendapatkan yang terbaik. Pengakuan, tentu saja akan menambah gairah masing-masing pihak untuk berbuat lebih baik lagi, dan menjadi semakin bermakna bagi kehidupan bersama.

Namun, bila adanya perbedaan terus dipertentangkan, apalagi dengan membangun kekuatan massa guna memaksa pihak lain yang berbeda dengan cara aksi-aksi kekerasan, atas nama apapun, tentu tidak bisa dibenarkan. Ini merupakan bencana !

Bila hal itu terjadi, maka secara tegas kita harus bersikap, walau tanpa menggunakan cara serupa. Aksi-aksi kekerasan atas nama apapun, tidak boleh dibiarkan berkepanjangan. Ini mengancam keberlangsungkan kehidupan bersama dalam keberagaman.

Sikap bersama, yang ditunjukkan dengan damai, pastilah bisa bermakna. Hanya yang berhati buta tidak bisa melihatnya. Karenanya, pancarkan segenap cinta, agar kembali bercahaya.

Salam hormatku bagi para sahabat di Forum Yogyakarta untuk Kebhinekaan (YUK) yang sore di hari ini akan melakukan aksi budaya “Yogyakarta untuk Indonesia Bhineka”. Menjunjung keberagaman, anti kekerasan. Semoga sukses

Yogyakarta, 24 Juni 2012

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: