2 Komentar

Pornografi Anak di Sekitar Kita

Pagi ini saya gagal memenuhi janji untuk hadir dalam sebuah diskusi publik tentang “Remaja, Media dan Pornografi” di PSKK UGM. Acara yang digelar sebagai rangkaian peringatan International Women’s Day 2012 diselenggarakan oleh Rifka Annisa, sebuah Organisasi Non-Pemerintah yang banyak bergerak pada isu-isu Perempuan.

Pada acara ini, sebenarnya saya hanya menggantikan posisi seorang rekan yang berhalangan hadir, dan meminta kesediaan saya sekitar seminggu yang lalu. Saya jadi merasa bersalah juga dengan rekan tersebut.

Setelah menyampaikan permohonan maaf lewat telpon kepada panitia tentang ketidakhadiran saya lantaran masih berjalan pincang akibat kecelakaan motor kemarin pagi, saya mengatakan mengirimkan tulisan yang dibuat secara cepat pada pagi tadi tentang tema yang disodorkan melalui email. Semoga saja sempat di download dan dibagikan kepada peserta diskusi.

Selesai menulis, saya berselancar di internet melihat dan membaca pemberitaan mengenai pornografi anak. Hal itu pula yang pada akhirnya menggerakkan saya untuk menuliskan tulisan ini.

“Orang mungkin berpikir bahwa karena hanya memiliki rekaman saja mereka beranggapan tidak terlibat dalam tindak kriminal. Mereka mungkin merasa tidak bersalah, tetapi saya tegaskan bahwa ini tindak kriminal. Dan, ini merupakan jaringan internasional.” kata kepala unit kriminal di internet polisi federal Australia, Glen McEwen (23/3/2012) setelah berhasil menahan 14 pria sehubungan dengan jaringan kepemilikan bahan pornografi anak-anak di Australia. Kepolisian menyita ratusan ribu rekaman dan gambar pornografi anak-anak yang memerlukan 24 komputer laptop guna menyimpan seluruh dokumen tersebut. (lihat Kompas.com, di SINI):Pada bulan Pebruari, di Kanada, pihak kepolisian juga berhasil menangkap 60 orang di Ontario karena terlibat pornografi anak. Mereka menyebarkanluaskan pornografi anak ini lewat internet, melalui pemainan dan situs jaringan sosial. “Setiap gambar itu menunjukkan anak-anak sebagai korban,” ujar Kepala Polisi Ontario, Scott Tod (lihat Detik.com, di SINI)

Menjelang akhir tahun 2011, Kompas.com (lihat di SINI) juga memberitakan tentang Seorang pria di wilayah Midwestern AS, tepatnya di negara bagian Indiana, dijatuhi hukuman 315 tahun penjara oleh Departemen Kehakiman, Selasa (22/11), karena memproduksi dan menyebarkan pornografi anak.

Bostic menyatakan ia bersalah karena memproduksi gambar pornografi lima anak, semuanya berusia empat tahun atau lebih kecil lagi, termasuk bayi yang berusia dua bulan. Ia kemudian bertukar sebagian gambar lewat internet dengan orang-orang di seluruh dunia dalam tindakan lain pornografi anak.

“Tak ada hukuman penjara yang bisa mengubah rasa sakit dan penderitaan yang telah ditimbulkan oleh Bostic,” kata Asisten Jaksa Agung Lanny Breuer dari Divisi Pidana Departemen Kehakiman.. “Tapi hukuman hari ini mengirim pesan kuat bahwa pelaku eksploitasi seksual anak bahwa mereka akan dihukum dengan berat.”

Tiga pemberitaan di atas, hanya sebagian kecil dari beragam kasus pornografi anak yang berhasil dibongkar oleh kepolian di berbagai negara. Namun dari ketiga contoh kasus ini kita bisa mendapatkan gambaran tentang sikap perlindungan terhadap anak dari pornografi.

Jaminan perlindungan anak dari pornografi merupakan salah satu hak yang terkandung dalam Konvensi Hak Anak (KHA) yang diadopsi oleh PBB dan diratifikasi oleh Indoensia pada tahun 1990 melalui keputusan presiden No. 36. sebagaimana terumuskan pada pasal 34, yakni:

Negara Peserta akan melindungi anak dari eksploitasi seksual dan penganiayaan seksual. Untuk tujuan ini, Pihak Negara khususnya akan mengambil langkah-langkah nasional, bilateral dan multilateral yang tepat untuk mencegah;

a) Paksaan atau bujukan terhadap anak untuk melakukan suatu aktivitas sexual yang melanggar hukum;

b) Eksploitasi penggunaan anak dalam prostitusi atau praktek-praktek seksual yang melanggar hukum lainnya;

c) Eksploitasi penggunaan anak dalam pertunjukan dan bahan-bahan pornografi.

Pengertian pornografi anak terumuskan pada Protokol Tambahan untuk Konvensi Hak Anak  tentang penjualan anak, prostitusi anak dan pornografi anak (Indonesia sudah menandatangani namun belum meratifikasi). Dinyatakan bahwa Pornografi Anak berarti pertunjukan apapun atau dengan cara apa saja yang melibatkan anak di dalam aktivitas seksual yang nyata atau eksplisit atau yang menampilkan bagian tubuh demi tujuan seksual (pasal 2, ayat b)

Pornografi anak juga diidentifikasikan dalam Kongres Dunia Pertama Menentang Eksploitasi Seksual Komersial terhadap Anak (EKSA), pada tahun 1996, sebagai salah satu bentuk ESKA selain prostitusi anak dan perdagangan anak untuk tujuan seksual.

Mengacu kepada contoh kasus dengan mengkaitkan pada upaya perlindungan anak dari pornografi, ada beberapa hal penting yang bisa kita cermati:

1. Gambar pornografi yang melibatkan anak-anak berusia empat tahun atau lebih kecil lagi, termasuk bayi yang berusia dua bulan, walau tidak ada penjelasan lebih lanjut, namun diduga berisi foto telanjang anak-anak

2. Perspektif aimana bahwa anak sebagai korban bukan pelaku kejahatan

3. Menyimpan bahan-bahan pornografi sudah merupakan bentuk kejahatan

4. Adanya jaringan antar negara saling bertukar bahan pornografi

5. Media internet sebagai media penyebaran yang banyak digunakan secara luas

6. Penjatuhan hukuman yang berat bagi pelaku

Berkaca pada contoh kasus di atas, bagaimana bila kita melihat situasi yang terjadi di Indonesia?

Yogyakarta, 27 Maret 2012
(Odi Shalahuddin)

Ilustrasi gambar diambil dari SINI. Tulisan ini pernah di posting di Kompasiana, dan menjadi Headline, lihat di SINI. Tulisan pengantar diskusi yang saya maksudkan sudah saya posting dan bisa dilihat di SINI

About these ads

2 comments on “Pornografi Anak di Sekitar Kita

  1. huh enak tau kalau di perkosa

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: