MEGA SINETRON “YUSRA DAN YUMNA” DI MATA PENONTON

Mega Sinetron "Yusra dan Yumna"
Terus terang saat ini saya lagi gandrung menonton sebuah Mega Sinetron: Yusra dan Yumna . Padahal selama ini sudah teramat jarang menonton televisi, apalagi sinetron. Saya kira ini terprovokasi oleh promosi di facebook yang dilakukan seorang rekan, Pak Ajinatha (heh.e.h.e.h.e.e), yang juga terlibat dalam produksi sinetron itu. karena merasa penasaran, meluangkan waktu menonton, keterusan, dan gandrung jadinya.
Rasanya ingin tertawa juga, kok bisa menonton sinetron itu menjadi kegiatan baru? Menjelang pukul 18.30, bisa kelihatan gelisah, bergegas untuk berada di depan televisi, dan menggeser jadwal-jadwal lain agar terlaksana di luar jadwal tayang sinetron itu. Anak kedua saya, laki-laki, karena sering mengalah dalam pilihan channel, terpaksa menonton, dan lama-lama suka pula. Akhirnya kami jadi sering mengingatkan bila waktu menjelang. Kalau sudah sibuk mengingatkan, istri dan anak perempuan saya yang kelihatan bingung, pada akhirnya tertawa dan memberikan komentar jengkel. Anak pertama saya, perempuan, sampai pernah memberikan komentar , “Bu, biasanya dimana-mana yang heboh nonton sinetron adalah perempuan, ini kok yang heboh malah Bapak dan Bara,” Aku cuma bisa nyengir saja menanggapinya.
Lantas ada apa dengan Mega sinetron Yusra dan Yumna? Adakah yang istimewa darinya sehingga bisa merenggut perhatian dan menyisihkan waktu untuk menontonnya? Secara jujur, sebagai bukan penggemar sinetron sehingga tidak mungkin bisa membuat perbandingan dengan berbagai sinetron lainnya. Saya menilai “Yusra dan Yumna” tidak terlalu istimewa dari sisi cerita, setting ataupun pengambilan gambarnya.
Mega Sinetron produksi SinemaArt yang dibesut oleh Gita Asmara sebagai sutradaranya dan mulai diputar di RCTI sejak tanggal 19 Pebruari 2012, secara singkat mengisahkan tentang anak kembar yang harus terpisah karena bencana tsunami. Yumna yang berada dalam pelukan ibunya berhasil diselamatkan, namun Yusra terpisah dan diselamatkan oleh keluarga lain (keluarga miskin). Mereka hidup terpisah dengan kondisi ekonomi yang sangat bertolak belakang.
Suatu hari Yumna bertemu dengan Shira/Yusra. Melihat sosok yang mirip dengannya, terlintas ide dari Yumna yang akan melakukan audisi sebagai penyanyi dan harus dikarantina, agar Shira menggantikan posisi dirinya di rumah dan sekolah. Jadi bisalah terbayangkan perubahan karakter “Yumna” sebagai orang kota dengan gaya hidup kaum mudanya ketika tergantikan oleh Shira sebagai “orang kampung”.
Konflik juga terbangun ketika sang Ayah (Rama) ternyata memiliki saudara kembar yang tidak pernah diceritakan kepada istri dan anaknya. Saudara kembarnya (Krisna) melakukan tindakan pidana sehingga dipenjara. Di rumah sakit, Rama terdorong untuk membantu Krisna untuk kabur. Mereka tinggal di sebuah hutan hingga Krisna sembuh dari penyakitnya. Rama mendorong agar Krisna menyerahkan diri ke kepolisian. Di tengah perjalanan, Krisna berusaha melarikan diri, dan mobil yang dikendarai meluncur jatuh ke jurang dan meledak. Krisna kembali ke kota, memerankan diri sebagai Rama.
Krisna bertemu dengan Wilma, perempuan yang dicintainya yang tinggal bersama anak tunggalnya, Carissa, yang terus berupaya mengetahui dan mencari ayahnya. Krisna, memanfaatkan posisinya sebagai Rama yang berniat menikahi Wilma, sehingga mengusir Nirwana dan Yumna.
Selain alur utama yang terfokus kepada keluarga Yusra dan Yumna, alur tambahan menampilkan berbagai tokoh, yang pada akhirnya setiap tokoh, satu sama lain saling berhubungan dan membangun konflik yang beragam. Kisah percintaan juga menjadi bumbu penarik dalam mega sinetron Yusra dan Yumna ini.
Sebagai penonton biasa, saya menilai bangunan konflik yang terbangun di antara tokoh-tokohnya baik dalam alur utama ataupun variasinya masih bisa terjaga sehingga tidak terkesan berlebihan atau di luar logika. Kendati ada kecurigaan, alur tambahan membuka peluang-peluang, misalnya bisa untuk dikembangkan menjadi lanjutan cerita apabila mega sinetron ini mampu meraih simpati banyak penonton, sehingga bisa berseri-seri di kemudian hari.
Mencermati dari setiap episodenya, saya menilai Nikita Willy yang memerankan Yumna sekaligus Yusra/Shira dengan dua karakter yang bertolak belakang, semakin hari menunjukkan kualitas permainan yang semakin baik, terlebih saat memerankan diri sebagai Yumna. Permainan yang juga terlihat semakin baik adalah Putri Titian sebagai Carissa dan Gisela Cindy. Sedangkan H. Nani Wijaya, akting-nya pastilah tak diragukan.
Sebagai mega-sinetron yang – seperti sinetron pada umumnya – diburu kejar tayang, maka kekurangcermatan seringkali terlihat. Ada beberapa hal yang tampaknya sepele, tapi bisa berakibat fatal. Sebagai misal adalah ketika Shira yang berperan sebagai Yumna ketika hendak berangkat sekolah meminta sopirnya mengantarkan ke rumah sakit untuk membawakan nasi rantang. Tapi sampai di rumah sakit, Raka yang tengah mengejar perempuan yang ia yakini sebagai ibunya dan hampir tertabrak mobil yang ditumpangi Shira, ternyata perempuan itu adalah mantan istri dari sang sopir. Terjadi keributan, lalu sang sopir meminta Shira untuk masuk ke dalam mobil, mobil bergerak meninggalkan rumah sakit.Lantas, di mana nasi rantangan yang hendak diberikan kepada Raka? Bila adegan ini dihilangkan, saya kira tidak akan banyak berpengaruh pada alur cerita.
Contoh lainnya adalah ketika Yumna kembali pada posisinya dan mengalami luka di bagian lengan kiri, sang ibu tiba-tiba menanyakan luka sebelumnya yang berada pada bahu kiri. Ia lalu meragukan Yumna dan menjadi histeris. Ketika Shira kembali berposisi sebagai “Yumna”, dan seharusnya menunjukkan memiliki dua luka, tapi luka baru yang diderita tidak terlihat, tidak dipertanyakan.
Episode yang ditayangkan pada 14 Maret, misalnya juga menunjukkan kekurangtelitian. Saat bercerita pada Shira yang berposisi sebagai Yumna, Rama, yang ternyata selamat dari ledakan mobil karena bisa meloncat keluar, sempat bergantung, lalu jatuh ke jurang, masuk dan terbawa arus sungai, terlihat cucuran darah dari kepala atau dahi bagian kanan. Namun ketika ditampilkan dalam posisi terbaring, luka yang diperban adalah dahi bagian kiri. Adegan lainnya ketika Yusra dan Yumna mencoba menyelinap ke rumahnya sendiri pada malam hari, tertangkap basah dan dikejar oleh sang sopir. Yusra menyatakan sudah tidak kuat lagi untuk berlari. Beruntung ada angkot yang lewat. Yusra lalu diminta naik angkot oleh Yumna. Namun ketika Yusra sudah masuk berada dalam angkot, suasana latar belakang yang tampak adalah siang hari. Adegan berikutnya ketika Yumna masih berlari, terlihat waktu kembali menjadi malam.
Setting ruang pada lokasi yang sama untuk adegan-adegan dalam situasi yang berbeda, misalnya rumah sakit, sekolah, jalan raya, tentu membutuhkan kecermatan yang luar biasa. Namun ini tampaknya diabaikan. Sehingga kita harus menyaksikan banyak adegan di berbagai lokasi, namun gambar yang terlihat dapat dengan mudah diidentifikasi sebagai lokasi yang sama.
Ada banyak catatan lainnya, tapi sudahlah. Saya toh bukan pengamat sinetron. Ini hanya kesan-kesan pendek saya sebagai penonton biasa. Anggap saja sebagai catatan harian.
Yogyakarta, 14 Maret 2012
Lihat juga tulisan terkait lainnya:
- Cerminan Wajah Anak Indonesia dalam “Yusra dan Yumna” (1): Anak-anak Hilang
- Cerminan Wajah Anak Indonesia dalam “Yusra dan Yumna” (2): Anak dalam Situasi Bencana
- Cerminan Wajah Anak Indonesia dalam “Yusra dan Yumna” (3): Akta Kelahiran
________________________
Pernah diposting di Kompasiana dengan judul Menonton “Yusra dan Yumna”, lihat klik di SINI. Namun pada postingan ini telah dilakukan berbagai perubahan.
Pemain Mega Sinetron “Yusra dan Yumna”
- Nikita Willy sebagai Yusra dan Yumna
- Rezky Aditya sebagai Raka
- Samuel Zylgwyn sebagai Setia
- Nadya Almira sebagai Kimmy
- Putri Titian sebagai Carissa
- Gisela Cindy
- Kevin Julio sebagai Julio
- Nimaz Dewantary
- Bobby Joseph
- Vonny Cornelia sebagai Nirwana
- Teddy Syach sebagai Rama
- Nani Wijaya sebagai Layla
- Fera Feriska sebagai Wilma
- Fathir Muchtar
- Annisa Trihapsari
- Moudy Wilhelmina
- Asty Ananta
- Yadi Timo
- Maria Lynch
Penulis Skenario: Tim Serena Luna
Sutradara: Gita Asmara
Produser: Leo Sutanto
Produksi: SinemArt
Perdana Tayang: Minggu, 19 Februari 2012 pukul 19.30 WIB
Jadwal Tayang: Mulai 23 Feb, Senin hingga Minggu pukul 18.30 WIB
Stasiun Tv: RCTI
Judul Lagu Tema: “Maafkan”
Penyanyi: Nikita Willy
Foto/poster dan daftar pemain dikutip dari SINI
film ini sangat bagus konflink.y jga nyambug truz para penonton tertarik dengan film ini karna tidak terlalu bertele”…
tpe jangan sampai nirwana mati karna disini dia tokoh yag plink bwyak disenangi palagi di makassar….tanpa dia film tidak seru karna dia juga jde pusat nhey film….:)
rezky kmu 2 krenz bgt
tlg ea rezky pacrn j sma yusra aj
sinet gak mutu, apalagi saat kemaren aku gak sengaja lihat sinet ini jiplak banget sama lie to mee drama korea, aduhw ampun dehw gak malu apa…, kalo jiplak seharusnya rus tambah bagus, ini udah jiplak jelek pula, buat penulis skenario kebanyakan nonton drama korea ya…, sampek dijiplak mlulu, kapan indo mo go internasional …., n kenapa rcti artisnya itu2 mlulu, bagusan di sctv putih abu2, artisnya fresh semua….,
Ha.h.ah.a.h.a
benar, namanya sinetron..
Awalnya menarik, lama-lama tak jelas
konflik awal yang terbangun baik selanjutnya dikalahkan oleh berbagai kepentingan
jujur, setelah melihat cerita dibuat mengada-ada dan menjadikan penonton goblok
malas pula untuk menyaksikannya… he.h.eh.e.h.e
LIKE U’R COMENT
SETUJU BANGET,Sinetron ini sama sekali gak bermutu,selain ceritanya yang terlalu banyak konflik yang gak jelas,adegan yang berlebihan,ditambah episode yang terlalu banyak
hmmm…nanti yusra nya harus sama pak jordan donk lebih cocok dari pada kak setia !
Betul, setuju banget kl yusra dg pak jordan. Tp kaloyusra jd dg setia, berarti sinetronnya betul2 ga mutu, ga mendidik. masa udah kakak adik kok jadian… heh.! makin lama makin bosen nontonnya persis sama dg komen lee n pak Odi..
q suka banget…………sinetron yusra dan yumna
apalagi yumna ma kak raka
tapi knp sih kok yg yusra suka ma cwk gonta ganti
pertama adrian kedua kak raka ketiga kak setia skrng
pkk ny bagiku sinetron yusra dam yumna tetap bgs kok
kan fans ku tu nikita willy
lama2 bosan soalx si shira pas demen ma setia yg ud di anggp ka2k bgtu jg sbalikx,aq ngrasa ji2k aj klo hub saudara mlh jd kkasih mski bkn saudara kandung tp kn sblmx mrk d bsrkn brsma sbg saudara
TOLONG KEPADA PAK PRODUSER, JANGAN NIKITA WILLY TERUS BINTANGNYA MASYARAKAT JUGA BOSAN LIAT WAJAH YG ITU2 AJA, & LAGI SESUAIKAN DONG ISI CERITA DGN UMURNYA SI NIKITA, JADI KESANYA GA SESUAI UMUR.. INI SEKEDAR SARAN.. KRN SINETRON INDONESIA BUTUH WAJAH BARU DAN GAK
ERLU SAMPAI RATUSAN EPISODE, CONTOH KOREA AJA, SINGKAT TAPI MENARIK DAN BERKESAN. “BUATLAH CERITA YG MENARIK YG SAMPAI HABIS PUN ORG MASI MAU NONTON BERULANG2, CONTOH LOVE BE 4 FLOWER.. INTINYA GAK BOSENIN..”"
klo w gk stuju klo org indonesia mndukung film korea….coz dya smua org2 yahudi?
rezky aq 2 fans u dr Bangka,,,,btw u 2 gantng,lutchu,imoetz,cute n krkter j 2 natural…….bgt aq suka
n nikita knp sih u 2 hrz brpcrn dgn diego????????????
lbh baik sma rezky………
n nikita jgn mmprsoalkn ttg umur ea klau berpcrn,,,n blg Rezky 2 udh dwsa bgt n tdk ssuai dgn umrmu,,,,,,aq 2 gx ska……….krn kta 2 g’ tw jdh kta 2 cpa………..
ok…….
Rezky…………………………………..i……………love…………….u……………..
YDY kenapa cepet bangettt sih tamatanya…masih kangenn sama couple RN REZKYNIK nih…REZKYNIK LOVERZ..pada galauuu semua,coz RN dipisahin….sekedar pendapat SW nya YDY or SINEMART….awal awal YDY ceritanya bagus bangett,YDY itu sinetron yg paling di tunggu tunggu sama masyarakat…tapi makin kesiniin ,alur cerita makin gaje..,aku berharap banget YDY memperbaiki alur cerita n tidak di cut,..tp ko di cut juga..sediiih banget….ya mungkin produser RCTI atw pihak yg berwenang ,punya rencana lain…req..NEW PROJECT UNTUK REZKYNIK YA..COZ KANGEEENNNN..RINDUUUU BERAT SAMA MEREKA………alur cerita dimatengin dulu yah…jgn sampe gara gara alur cerita,artisnya yg kena imbas…..”dalam sinetron yg baik adalah semua pihak yg terkait dlm sinetron tersebut mesti saling kerja sama yg baik sehingga menghasilkan sinetron yg baik pula”