Tinggalkan komentar

(puisi) Mungkin

MUNGKIN

mungkin
sudah dari dulu
begitu

mungkin
hilang rasa malu
selalu

ketika tembok kokoh
menutup ruang-ruangmu
aturan main tersebar di luaran
bagaikan air pelepas dahaga
memabukkan dan lupa
sedang dalam ruang-ruangmu
aturan main dianggap sampah
yang tak pernah terjamah
hingga menjadi kertas tanpa makna
yang menggigil kedinginan
terselip di tumpukan entah apa

mungkin
sudah dari dulu
begitu

para penonton di luar
hanya menunggu kabar
yang telah tertata, terbaca
restu kuasa

selentingan berbeda
berpindah rahasia
dari mulut ke telinga
dari telinga ke kepala
sedikit ke hati
kembali ke mulut
sebar ke telinga-telinga

kebenaran yang mana?

entah, tak bisa diduga
lantaran kebenaran tunggal
menjadi milikmu si empunya kuasa

tapi,
kini hari telah berganti
semula mimpi
telah benar-benar terjadi

(walau tak terlupa,
setiap perubahan senantiasa
tebarkan berita duka
berjuta luka dan darah dan nyawa)

ruang-ruangmu telah berganti kaca
yang tampak pandang dari luar sana
dan berjuta kamera siap merekam
segalah tingkah polah
walau sadar tetap saja ada ruang rahasia
demi keamanan Negara,
demi keutuhan bangsa

tapi jangan salahkan pula
bila itu lahirkan prasangka
tentang terbentang rencana,
bisa berakibat bencana

mampukah kau bicara
tanpa dusta?

kamu, kamu, dan kamu
sebagian dari kamu
tak tersadar telah lalu
terbenam obsesi tempo dulu

coba beraksi,
kaget sekarang ada reaksi
karena sudah lupa diri
malah menjadi-jadi

kadang jadi monyet banyak tingkah
kadang jadi ciblek, terus berkicau
kadang jadi anjing, terus menggonggong
kadang jadi gorilla, unjuk gigi
kadang jadi buaya,
kadang jadi-jadian…

dan kamu, kamu dan kamu
lupa kamu sebagian dari kamu
ciptakan arena untuk bertemu
lalu saling mencucu
di tengah kamera terpancang
di tengah goresan pena tak lelah
di tengah para komentator
yang potensi jadi kompetitor
lalu terlihatlah kamu yang sangat lucu

ayo, teruslah, teruslah
biarkan kami menonton komedi baru
di tengah kemuakan sinetron,
infotainment, reality show,

sambil kami belajar
dan bersiap
tuk menghajar!

Yogyakarta, 8 Januari 2010

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: