Tinggalkan komentar

(puisi) Jakarta, Kumasuki Dirimu

JAKARTA, KUMASUKI DIRIMU 

Jakarta,
jantungmu terus berdetak cepat
dengan gemuruh kalahkan dentum musik diskotik
dan aku dalam tubuhmu
terus saja mencari hati dan letihmu
di sela sepi dan sunyipun tak pernah bertemu

Jakarta,
mengarungi dirimu terasa berenang di laut lepas
tiada tahu dimana tepian, hanya air, asin
tak henti gerak tubuh tuk bertahan, agar tak tertelan
ratusan juta sampan hilir mudik
di antara perahu-perahu lepas dan kapal pesiar
ingin menggayut, tampaknya mereka anggan pula
berenanglah, berenanglah, hingga kau tak mampu

Jakarta,
aku datang mengendus harummu
melalui siraman desir mesin AC yang tak pernah mati
dalam dinding-dinding kokoh penuh cahaya
tiada hari tanpa pesta pora ditengah orang berpura-pura
uangpun beterbangan tak perlu menunggu jatuhnya
80% uang ada di sini

Jakarta,
kumasuki dirimu dengan beragam kemungkinan
menjadi dan menjadi
Jakarta,

ah……

Jakarta, 12 Agustus 2010

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: