Tinggalkan komentar

(puisi) Menari-nari di Ruang Langit

MENARI-NARI DI RUANG LANGIT

dan kini,
tanpa malu
harus diakui
langit-langit telah pecah
atap seakan jendela
membuka ruang langit

lihatlah berjuta kabar bertebaran
bertabrakan, tak pernah sungkan
melaju kembali dengan kecepatan tinggi
menghilang, kembali lahir jutaan kabar
nyata tanpa fakta
fakta yang nyata

aku hanyalah debu
yang melekat bersamaan sang angin
habiskan waktu jelajahi segenap ruang langit
mengintip pojok-pojok kesibukanmu
dengan jemari yang lincah bermain
tuangkan segenap rasa: suka-duka-asa
atau ciptakan bom-bom waktu di tiap dinding
atau sebarkan keagungan atau kebencian atau kemarahan
atau pesona atau canda atau hanya sekedar bersapa
sah-sah semua adanya
karena langit telah semakin terbuka
dan bermain dengan aneka juta warna
maka,
jangan tanam dan benamkan terlalu dalam
tentang langit biru
langit hitam
langit putih
semua telah beradaptasi dengan sendirinya

aku hanyalah huruf dan angka
menyelusup dinding-dinding otakmu
berhamburan membangun kata dan hitungan
berloncatan dari bintang-bintang, sesekali nyangkut di awan
kadang menjadi tali pengikat
suka tak suka, terikat pula akhirnya dirimu
dan aku tertawa, dengan gema yang tak berirama
menjadikan irama-irama baru

aku hanyalah berjuta kemungkinan, yang bisa dinyatakan
apapun pilihanmu,
menjadi nyata senyata-nyatanya dalam ruang langit

1 Juli 2009

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: