CATATAN PEMIMPI (4)
wahai, kegilaan demi kegilaan telah kita nikmati
disepanjang lorong kota bersama para kecoak dan tikus
dimabukkan ciu, conyang, ginseng,
yang teroplos mana suka hingga menggelepar,
tak peduli bau comberan dan pesing berpadu
mengendap dan mengintip ke dalam rok awan kelam
berimajinasi tentang kerlip bintang-bintang
dan menyetubuhi goyangan malam yang dahsyat
kita terbahak, rentangkan tangan di titik nol kota yang rapuh
pada waktu 00:00, dan bersenandung tentang hidup merdeka
Juli 2009