Odi Shalahuddin
Fiksi Surat Cinta memang berbeda dengan Festival Fiksi Kompasiana dan Malam Prosa Kolaborasi. Pada dua acara sebelumnya yang digagas oleh para Kompasianer, penulis wajib berkolaborasi. Sedangkan untuk Fiksi Surat Cinta, aturan yang diterafkan haruslah dibuat sendiri, bukan kolaborasi.
Acara yang berlangsung dari tanggal 13 Agustus 2011 pukul 20.00 hingga tanggal 14 Agustus 2011 pukul 12.00 (walau kenyataannya, hingga sore masih saja mengalir surat-surat cinta ini) dipusatkan di kompasiana.
Ada beragam surat cinta yang hadir yang ditujukan kepada orang-orang terdekat, orang-orang yang jauh, atau surat imajinasi dengan memainkan tokoh tertentu yang ditujukan juga kepada tokoh imajiner. Sungguh nyaman, menikmati karya-karya yang lahir ini.
Kompasiana sebagai ajang publikasi bagi Fiksi Surat Cinta, seperti kita ketahui memiliki beragam ruang. Ruang yang sering menjadi sorotan dari para kompasianer adalah highlight, headline dan terekomendasi. Inilah ruang yang menjadi kewenangan admin untuk memilih, menyeleksi dan menentukan tulisan-tulisan yang dinilai memenuhi persyaratan dengan kriteria yang pernah dipublikasikan oleh admin sendiri. Kriteria, yang pada pelaksanaannya sering dipertanyakan karena pada prakteknya dinilai tidak sesuai.
Bagaimana-pun ini memang kewenangan penuh admin. Para kompasianer hanya bisa bertanya, menegur dan mempersoalkan, tapi keputusan mutlak tetap di tangan admin.
Nah, di luar suka atau tidak suka terlibat dalam pembicaraan ruang yang menjadi kewenangan admin ini, ada hal yang memang sama sekali berbeda dengan event FFK dan MPK. Pada perhelatan FSC ini, dari awal dimulai hingga status saat ini, sepemantauan saya, tidak lebih dari hitungan jari karya-karya FSC yang bisa bertengger di Highlight.
Mengacu kepada alasan admin selama ini, bahwa yang dipilih untuk highlight adalah yang dinilai bermutu dan dianggap bermanfaat, maka pertanyaan yang kemudian mengemuka adalah, apakah ratusan karya yang lahir ini dianggap tidak bermutu dan tidak bermanfaat, oleh karenanya, untuk highlight-pun tidak memenuhi kriteria.
Belum lagi berbicara tentang headline. Pada saat FFK dan MPK, dalam hitungan tak lebih dari empat jam, sudah ada karya yang bertengger. Pergantian cukup dinamis. Dan bila tidak salah ingat, pada dua event tersebut setidaknya ada tujuh karya yang bisa bertengger di headline.
Pada acara FSC, postingan dari admin FSC yang akan menjadi rujukan dan tempat melaporkan link tulisan menjadi headline yang pertama (dan kemudian masuk ke ruang terekomendasi, disusul oleh satu karya masuk terekomendasi dan sekitar 16 jam kemudian dihitung dari dimulainya acara, baru bertengger satu karya yang dinilai layak headline.
Ada dua pertanyaan: Pertama, apakah admin tidak memberikan perhatian atau tidak menganggap penting perhelatan yang melibatkan ratusan kompasianer ini? Kedua, admin menilai karya-karya yang lahir berdasarkan kriteria yang menjadi acuan kerja mereka tidak memenuhi persyaratan, atau dengan kata lain dianggap tidak bermutu atau tidak bermanfaat. Atau malah keduanya.
Ah, tulisan iseng di sore hari, yang memunculkan tanya. Semoga saja, kita tetap bersemangat, menjadikan kompasiana sebagai ajang, tanpa memperdulikan bagaimana penilaian dari admin. Ya, setidaknya mengucapkan terima kasih diberi ruang untuk berekspresi, saling berkenalan, bersapa, berbagi, dan berdiskusi. Tentu banyak manfaat yang telah kita petik bukan?
Yogyakarta, 14 Agustus 2011
_____________________________

